Warga Swadaya Bangun Jembatan Darurat

oleh -231 views
GOTONG ROYONG: Puluhan warga di Desa Tanjungkerta Kecamatan Kroya bergotong royong membangun jembatan, kemarin. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Pinsip penduduk di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya patut dipuji. Tak mau bergantung bantuan pemerintah. Mereka memilih swadaya membangun jembatan darurat. Untuk akses lalu lintas warga. Khususnya mengangkut hasil panen padi.

Jembatan yang dibangun kembali itu berada di Blok Petak 29. Sebelumnya hanyut terseret banjir imbas meluapnya Sungai Cilalanang pada awal pekan bulan Februari lalu.

“Murni swadaya masyarakat. Terkumpul sekitar Rp25 jutaan. Alhamdulillah sekarang pembangunannya hampir rampung sekitar 75 persen dan sudah bisa dilewati,” kata Pj Kuwu Tanjungkerta, Sukamto kepada Radar, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, jembatan itu hanyut lantaran tak kuat menahan arus deras sungai serta limbah bekas jembatan yang ambruk di Desa Sukaslamet. Gara-gara banjir.

“Jadi jembatan di Sukaslamet itu ambruk dulu. Nah, bongkahan kayu-kayunya nyangkut di jembatan Petak 29. Gak kuat, akhirnya ikut hanyut kebawa banjir,” ungkapnya.

Setelah kejadian itu, kerja gotong royong langsung dilakukan warga. Tanpa menunggu datangnya bantuan dari pemerintah.

Mereka ramai-ramai membangun jembatan darurat sepanjang 32 meter dan lebar 2,5 meter menggunakan struktur dari bambu, kayu dan pipa besi bekas. Bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor.

Sukamto mengatakan pembangunan jembatan darurat inisiatif dari warga. Sebab, warga yang mayoritas berprofesi petani merasa kesulitan untuk pergi ke sawah ladang yang berada dikawasan hutan perhutani. Apalagi sebentar lagi memasuki musim panen.

”Iya, akses jembatan ini sangat mendesak untuk mengangkut hasil panen. Tidak ada lagi akses jalan lain. Ada juga sangat jauh sekali, harus memutar berkilo-kilometer,” tandasnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *