Warga Ogah Datangi Lokasi, Lakukan Tes Swab PCR Covid-19 di Rumah

oleh -74 views
SUSUL KE RUMAH: Petugas mengambil tes swab PCR warga Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan dari kluster ziarah di rumah masing-masing. Ini dilakukan karena warga ogah datang ke lokasi pengambilan tes swab masal, Jumat (15/1). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Tim Gugus Tugas Percepatan Penenganan Covid-19 Kecamatan Anjatan dibuat gregetan. Saat pelaksanaan kedua pengambilan tes swab PCR masal terhadap warga dari kluster ziarah asal Desa Kopyah, Jumat (15/1). Jumlah warga yang datang tak sesuai target. Hanya 14 orang dari sebanyak 25 warga terdaftar.

Padahal rupa-rupa cara dilakukan. Mulai dari pemberitahuan lewat ketua RT dan RW, hingga penjemputan ke rumah-rumah. Petugas dari Kepolisian, TNI dan aparat desa sampai rela hilir mudik mengangkut warga pakai sepeda motor.

Tapi tak semuanya terangkut. Lantaran ada warga yang tidak berada di kediamannya. Masih di sawah, lagi jualan keliling atau belum pulang dari majelis taklim. Bahkan ada warga yang ngeyel. Tidak mau datang ke lokasi untuk swab tes dengan beragam alasan, kecuali petugas yang datang ke rumah.

“Ya sudah ngalah, kita datangi rumahnya,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Bambang SIK melalui Kapolsek Anjatan, AKP Ali Anwar Yaghfirin SE.

Pilihan itu terpaksa dilakukan. Supaya tracing, tracking dan testing tes swab terhadap puluhan warga dari kluster ziarah segera terselesaikan. Demi menekan penyebaran virus Corona yang telah menelan korban jiwa usai pulang ziarah dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketimbang pula lelah menunggu kedatangan warga secara sukarela. Hingga membuat sekujur tubuh petugas pengambilan swab yang mengenakan baju hazmat keringatan. Padahal cuaca mendung lagi sejuk.

“Satu jam pakai baju hazmat ini, panasnya bukan main. Baju celana di dalam basah semua kena keringat,” ujar salah seorang petugas UPTD Puskesmas Anjatan.

Aksi jemput bola ke rumah-rumah warga, bukannya membuat tugas mereka lebih mudah. Justru sebaliknya, tambah repot. Petugas medis harus rutin mengganti baju hazmat setelah mengambil swab warga meski hanya satu dua orang. “Sekali pakai, setelah itu dibakar. Tapi gak apa-apa, stoknya banyak,” ucapnya.

Kepala UPTD Puskesmas Anjatan, H Aco Sugiarto SKM mengatakan, selain mengambil swab, perburuan juga sekaligus untuk memonitor sejumlah warga kluster ziarah yang terpapar Covid-19 dan sedang isolasi mandiri.

Sebab dikhawatirkan, pasien yang melakukan isolasi dirumah tak menjalankan protokol kesehatan sehingga berpotensi untuk menularkan ke anggota keluarganya.

“Makanya sekalian kita awasi. Jangan sampai muncul klaster keluarga. Kemudian yang belum diswab tes, kita minta untuk datang ke Puskesmas, Testingnya di sana saja,” kata dia. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *