Warga Mendesak Percepat Perbaikan Tanggul Ambles

oleh -47 views
MAKIN PARAH: Kondisi genangan air di lokasi tanah tanggul yang ambles di Blok Rengaspayung seperti kolam ikan, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Warga Blok Rengaspayung, Desa/Kecamatan Kertasemaya mendesak pemerintah memperbaiki tanggul ambles. Pasalnya, tanah tanggul Sungai Cimanuk yang setiap hari mengalami pergerakan, telah membuat dua rumah milik warga rusak berat, dan satu rumah tergerus pondasinya.

Selain itu, pergerakan tanah juga merusak saluran pembuang air limbah (SPAL) yang mengakibatkan air limbah warga menggenang di tanah yang ambles seperti membentuk kolam ikan.

Ketua RW setempat, Tamrin menyebutkan setiap hari tanah Tanggul Cimanuk yang ambles terus alami penurunan, dan merusak bangunan warga serta saluran pembuang sehingga sangat meresahkan warga.

Menurutnya, berbagai upaya dilakukan warga, mulai dari secara fisik maupun spiritual agar musibah tanah ambles tidak terus meluas.

“Warga sudah menggelar upacara baritan dengan harapan bisa terhindar dari berbagai musibah salah satunya tanah ambles ini. Kami berharap, pemerintah maupun pihak yang berwenang punya solusi terbaik akan nasib warga yang terdampak dan segera memperbaiki tanggul ambles,” tuturnya.

Dijelaskan Tamrin, hanya dalam waktu seminggu kondisi tanah mengalami penurunan drastis, hingga tembok penahan tanah tanggul bergeser kearah Sungai Cimanuk lebih dari 1 meter. Sehingga, membuat tembok penahan tanah mengalami retak sangat parah.

“Tanggul ambles juga membuat air sungai rawan masuk ke pemukiman warga lewat celah-celah beton tembok yang retak dan longgar,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Abdul Muin menambahkan,  di titik tanggul yang paling curam sudah tergenang air limbah pembuangan warga, sampai seperti membentuk kolam ikan.

“Sekiatar empat hari yang lalu semakin parah, makin dalam saja amblesnya. Sekaragn, kendaraan tidak bisa melintasi jalan tanggul karena ambles tergenang air. Tembok tanggul juga sudah bergeser,” kata warga terdampak, Abdul Muin

Sementara itu, terlihat ada beberapa pekerja dari PT HK yang melakukan pemboran untuk menguji struktur tanah dengan melakukan pemboran sedalam 30 meter di tiga titik tanah tanggul yang ambles. “Kita diminta oleh pihak BBWS Cimancis untuk uji lab, kita lakukan sudah 19 hari di tiga titik sedalam 30 meter. Tanah hasil pengeboran ini akan diuji lab terlebih dulu. Kapan hasilnya, belum bisa dipastikan,” kata pekerja PT HK yang enggan dikorankan. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.