Untuk Bisa Berkuasa PKB dan NU Harus Kompak

oleh -352 views
Imron Rosyadi

INDRAMAYU – Rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indramayu yang berasal dari kalangan NU-PKB belum juga keluar. Hal ini mensyaratkan belum adanya kekuatan tercipta dari jamaah Nahdlatul Ulama di Indramayu. Meskipun DPP PKB sudah mengeluarkan surat tugas untuk ketua DPC PKB Indramayu, Muhamad Sholihin. Namun karena PKB belum memenuhi syarat menyalonkan diri, maka harus mencari partai koalisi untuk bisa daftar ke KPU.

Wakil Ketua DPC PKB Indramayu, Imron Rosyadi yang akrab dipanggil Imong mengatakan, selama ini masih dirasakan belum terjalin kekompakan yang menyebabkan calon dari unsur NU belum hadir jelang pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indramayu. Menurutnya, baik NU dan PKB harus melakukan konsolidasi kader untuk menentukan kemenangan di tanah Indramayu.

“Ini kesempatan kita, sekarang diperlukan kekompakan dari semua unsur baik simpatisan, pengurus PKB dan juga NU-nya kompak jadi satu untuk merebut kemenangan, Ujar Imong, Jum’at (7/8).

Imong menyampaikan tingginya dinamika politik di Indramayu, terutama untuk melawan rezim pemerintahan yang saat ini perlu digantikan oleh tokoh yang dapat diterima semua kalangan. Dirinya menyakini kader NU dan PKB mampu menjadikan Indramayu sebagai kabupaten terdepan terutama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat.

“Saya melihat tokoh PKB dan NU dengen koalisi besar Partai-partai pro perubahan yang bisa diterima oleh kalangan masyarakat  Indramayu, mampu merubah Indramayu lebih maju dari daerah-daerah lain di Jawa Barat.

Imong melihat IPM Kabupaten Indramayu yang hanya terpaut dua kota paling rendah di Jawa Barat, mengisyaratkan adanya kebutuhan terhadap calon yang mampu memiliki visi kuat dalam hal membangun SDM. Sehingga ke depannya Indramayu menjadi kabupaten yang memiliki SDM terbaik di Jawa Barat.

“Kita percaya pemimpin yang memiliki visi besar akan mampu meningkatkan potensi SDM di Indramayu agar melesat lebih cepat dan tidak adanya jurang kemiskinan di masyarakat Indramayu, dan itu dimiliki oleh NU & PKB,” terangnya.

Imong mangatakan, hingga saat ini semuamasih menunggu keputusan dari DPW dan DPP PKB. Ia pun berharap kepada seluruh kader dan simpatisan tetap menunggu, dan dapat digunakan sebagai ajang konsolidasi antara PKB dan NU dalam menentukan sikap ke depannya.

“Kita menunggu kabar baik dari DPW dan DPP PKB dalam menentukan rekomendasi kepada calon terbaik. Saya berharap juga kepada kader dan simpatisan agar tenang dan terus menjalin konsolidasi antara PKB dan NU,” tuturnya. (oet)