Tukang Es Keliling Cabul di Indramayu, Banyak Anak Jadi Korban, Kapolsek Sindang: Itu Video Lama

oleh -118 views
pencabulan-tukang-es-keliling-arahan-indramayu

INDRAMAYU – Tukang es keliling diduga berbuat cabul kepada sejumlah anak madrasah di Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Dalam aksinya pelaku kerap berbuat tidak senonoh.

Dalam beberapa laporan orang tua, pelaku yang merupakan pedagang keliling itu, kerap menempelkan alat kelaminnya kepada siswa madrasah.

Kejadian tersebut sudah berulangkali, hingga membuat para orang tua murka.

Informasi yang dihimpun radarcirebon.com, dugaan pencabulan anak di Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu mencuat pasca beredar sebuah video di salah satu akun Facebook.

Video tersebut menampilkan perbincangan ibu-ibu yang geram dengan ulah pelaku, dan meminta agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Ini anak (umur) segini pada laporan. Anak saya juga diapa-apain. Saya tidak terima,” kata ibu-ibu yang menggunakan kaos putih tersebut.

Dalam video yang diunggah pada 12, Januari 2022, nampak penjual es keliling tersebut menampik telah melakukan pencabulan.

“Kalau sekali lagi ada yang laporan, nanti jalur hukum saja,” kata perempuan tersebut.

“Saya menyekolahkan anak ke madrasah supaya benar dan belajar ngaji. Malah dibegitukan,” imbuh dia.

Menurut dia, penjual es keliling tersebut juga sedang dicari oleh pihak madrasah, karena aksinya meresahkan.

“Kalau mau melampiaskan jangan sama anak-anak. Sama istri kamu saja,” tukasnya.

Penjual es tersebut mengaku, tindakan tersebut hanya bercanda dan bermain-main dengan anak-anak.

Menurut ibu tersebut, pencabulan yang dilakukan sudah beberapa kali dan banyak anak menjadi korbannya.

Dikonfirmasi terkait kejadian ini, Kapolsek Sindang, Iptu Saeffulah menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui adanya dugaan pencabulan pada anak-anak tersebut.

Namun saat dilakukan penelusuran, tukang es tersebut sudah tidak lagi berjualan keliling di daerah itu. Juga tidak terlacak lagi keberadaannya.

Tidak hanya itu, orang tua yang anaknya menjadi korban pencabulan tidak membuat laporan kepada polisi.

“Sebetulnya itu video lama dan sudah lama juga kejadiannya. Kita sempat dengan pihak kecamatan berkoordinasi, tapi tidak ada warga yang laporan ke polisi,” katanya.

Pihaknya mengimbau agar warga juga waspada terhadap tindakan asusila semacam itu dan bisa segera melapor kepada aparat kepolisian, sehingga bisa ditindaklanjuti. (yud/dun)

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.