Tolak Izin Pendirian Toko Moderen

oleh -153 views
TEGAS TOLAK: Kuwu Desa Langu Kecamatan Lohbener, H Juju Juberudin ST menolak memberikan izin pendirian tokok modern saat memimpin musyawarah bersama elemen masyarakat dan pamong desa, , Rabu (27/1). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Pemerintah Desa Langut, Kecamatan Lohbener secara tegas menolak pemberian izin pendirian minimarket atau toko moderen di wilayahnya.

Kendati kabarnya kebijakan penghentian sementara atau moratorium pendirian toko moderen dicabut Pemkab Indramayu per-Januari tahun 2021.

“Selama saya menjadi kuwu, tidak akan memberikan izin pasar moderen seperti mal dan toko berjejaring alias toko moderen tumbuh-kembang di Desa Langut,” tegas Kuwu Desa Langut, H Juju Juberudin ST usai memimpin musyawarah bersama pamong dan sejumlah elemen masyarakat setempat, Rabu (27/1).

Hal itu bertujuan supaya toko kelontong, warung-warung serta warga pemilik usaha kecil menengah bisa terus menggeliat. Menjamin perdagangan masyarakat Desa Langut tetap tumbuh. Terlebih di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini.

Kuwu Jiju, sapaan akrab Juju Juberudin menyatakan, memang Pemdes Langut tidak memiliki kewenangan untuk melarang pendirian toko moderen. Namun langkah yang diambilnya ini berdasarkan keinginan masyarakat.

Mereka khawatir akan berdampak terhadap perekonomian pedagang kecil yang berada di sekitarnya. Seperti halnya terjadi di desa lain dan terbukti mematikan toko kecil. Banyak pula warung-warung milik warga yang akhirnya bangkrut karena keberadaan minimarket itu.

Di samping itu, warga maupun dirinya juga menerima banyak informasi jika menjamurnya minimarket belakangan ini terindikasi tidak sesuai prosedur sehingga akhirnya menimbulkan sengketa.

Terbukti dari ketidaktahuan pemerintah desa maupun dinas instansi terkait atas rencana pembangunan minimarket tersebut.

“Kami didesak masyarakat untuk tidak memberi izin pendirian toko moderen. Masyarakat mengancam akan menggelar aksi jika sampai terjadi. Saya lebih memilih membela masyarakat, apapun risikonya,” tandas Kuwu Jiju. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.