Tingkatkan SDM, KPI Cabang Indramayu Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perkawinan Anak

oleh -32 views
UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Indramayu menggelar pelatihan konselor di Sekretariat KPI Cabang Indramayu di Jalan Olahraga No. 21 Indramayu, abu (13/10). Acara ini akan berlangsung selama dua hari.

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

SEKRETARIS Wilayah KPI Jawa Barat, Wini Darwinih menyambut baik acara yang digelar KPI Cabang Indramayu ini. Ia menilai keberadaan konselor sangat dibutuhkan dalam pendampingan terhadap perempun yang menjadi korban kekerasan.

Wini menjelaskan, kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak merupakan fenomena gunung es.

Dimana angka kasus kekerasan terhadap perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang digambarkan di data kasus.

Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak akan berdampak buruk pada kesehatan mental perempuan dan tumbuh kembang anak perempuan, serta akan mengalami trauma selama hidupnya.

Sementara, kata Darwinih, peran lembaga layanan yang ada belum maksimal dan terinformasikan sampa ke tingkat desa.

“Perempuan anak perempuan korban kekerasan juga tidak disediakan ruang untuk mendapatkan hak pendampingan psikologi, sehingga perempuan mengalami trauma yang berkepanjangan,” tutur Darwinih.

Dijelaskannya, data catatan awal tahun 2021 Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Kabupaten Indramayu yang telah dirilis, tercatat dalam data di Unit PPA Polres Indramayu, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menempati posisi pertama jenis kasus yang banyak ditangani di tahun 2020, yakni sebanyak 44 kasus, disusul 30 kasus persetubuhan anak, 9 kasus pencabulan anak, 1 kasus trafficking, dan 21 kasus penganiayaan anak.

Begitu pun data kasus kekerasan di Indramayu yang bersumber dari P2TP2A Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Indramayu, terdapat 3 kasus KDRT, 1 kasus trafficking, 8 kasus pelecehan seksual, 1 kasus depresi, dan 3 kasus hak asuh anak selama tahun 2020.

“Data Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, data dispensasi perkawinan tahun 2019 sebanyak 251, tahun 2020 per agustus 534 kasus,” ungkapnya.

Sementara data perceraian yang didapatkan dari Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu mengalami peningkatan setiap tahunnya, tahun 2018 sebanyak 7.776 (cerai talak: 2325 kasus, cerai gugat: 5451 kasus).

Tahun 2019 sebanyak 8.365 (cerai talak: 2301 kasus, cerai gugat: 6064 kasus). Tahun 2020 sebanyak 6.712 (cerai talak: 2389 kasus, cerai gugat: 4323 kasus).

Dibeberkan Darwinih, catatan data yang dilakukan oleh Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Indramayu melalui Balai Perempuan Pusat Informasi Pengaduan dan Advokasi (BP PIPA) dari tahun 2018-2020, sebanyak 28 kasus perkawinan anak, yang terdiri dari BP Gelarmendala kecamatan Balongan sebanyak 12 kasus, BP Krasak kecamatan Jatibarang sebanyak 10 kasus, dan BP Cibeber kecamatan Sukagumiwang sebanyak 6 kasus.

“Melihat data tersebut dan masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak yang terjadi di Indramayu menjadi perhatian khusus Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Kabupaten Indramayu dalam pendampingan korban,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Cabang KPI Indramayu, Yuyun Khoerunisa mengatakan peserta pelatihan konselor ini sebanyak 30 orang. Srbanyak 10 orang dari luar kota Indramayu dan 20 orang dari Indramayu.

Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H Syaefudin SH yang membuka pelatihan konselor KPI Cabang Indramayu menjelaskan, DPRD Kabupaten Indramayu siap membantu pihak mana pun termasuk KPI untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan.

“Pelatihan konselor ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kader KPI untuk bisa mengedukasi masyarakat Indramayu hingga ke tingkat akar rumput,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.