Terlaknat! Marbot Cabul Garap Anak-anak, Direkam Pakai HP

oleh -71 views
marbot-cabul-sumber
Lokasi yang diduga dijadikan pelaku untuk melancarkan aksi cabulnya di salah satu masjid di Sumber, Kabupaten Cirebon. Foto: Cecep Nacepi/Radar Cirebon

CIREBON – N (51) seorang marbot di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi terduga pelaku pencabulan anak-anak.

Kelakuannya membuat warga geram. Oknum marbot nasjid itu mencabuli lebih dari lima anak di kompleks tersebut. Semua korbannya laki-laki. Bahkan perbuatan bejatnya itu direkam di ponsel miliknya sendiri.

“N ini marbot yang kami datangkan sesuai rekomondasi dari salah satu pondok pesantren. Ia mengurus masjid. Kami beri honor, makan, dan kita fasilitasi hidupnya di sini. Banyak warga yang ngasih sesuatu kalau ada acara. Kami udah baik. Tapi dia malah berkhianat dengan menodai anak-anak kompleks sini,” kata AN ketua RW setempat.

Baca Juga: 171 Desa Bakal Gelar Pilwu

Diketahui, N sudah 8 bulan menjadi marbot di masjid tersebut. Ia kadang menjadi imam di masjid tersebut. Pada waktu luangnya, N juga mengajarkan anak-anak untuk mengaji.

Pada momen itulah, pelaku mengenal korbannya. Rupanya, pelaku ini mempunyai kelainan. Yaitu menyukai sesama jenis.

Pada momen tertentu, pelaku merayu para korbannya. Diajak ke kamarnya yang berlokasi di belakang masjid. Berbagai macam cara pelaku mengakali korbannya.

Ada yang diiming-imingi dengan makanan, uang, dan barang lainnya. “Belum ada yang sampai disodomi. Keterangan anak-anak, hanya buat mainan saja. Ada juga cium dada dan bibir. Paling parah ada yang ditelanjangi dan mau disodomi. Tapi anak-anak menolak dan menepisnya,” timpal B, salah satu warga yang anaknya juga menjadi korban.

Baca juga: Jalan Berlubang Ditutup Ranting Pohon

Menurut B, pelaku melakukan tindakan bejatnya pada waktu tertentu. Bisa malam, dan bisa pula siang hari ketika sepi. Namun ia tidak tahu semenjak kapan perbuatan bejat N dilakukan.

Kelakuan bejat pelaku akhirnya terungkap. Bermula ketika salah satu korban yang ingin mengambil memori card handpone milik tersangka. Ketika pelaku lengah, korban langsung mengambilnya.

Ia lalu mendatangi korban lainnya dan menunjukan video durasi 1 menit 23 detik. Sontak, orang tua korban yang mengetahui video tersebut langsung geram.

Mereka pun langsung mengadukan kejadian tersebut ke RW setempat. “Dalam video itu hanya ciuman dan cium dada saja. Tapi miris. Pelakunya sempat tahu kalau memori cardnya diambil. Sehingga korban juga mendapat ancaman. Kalau nyebar pelaku akan bunuh diri,” tutur B.

Atas kejadian itu, RW dan masyarakat pun menggeruduk DKM masjid tersebut dan menjelaskan peristiwa tersebut.

DKM pun merasa tersentak mendengar itu. Karena khawatir pelakunya kabur dan diamuk masyarakat, pelaku langsung diamankan. N langsung dibawa ke Mako Polresta Cirebon pada Sabtu (2/1) untuk diproses lebih lanjut.

“Kasusnya sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cirebon. Untuk sementara  korban yang sudah melaporkan ada 5 orang anak. Sekitar umur 9 sampai 16 tahun. Tidak menutup kemungkinan korbannya bertambah lagi,” kata B kepada Radar Cirebon.

Kasus tersebut kini masi ditangani oleh Unit PPA Polresta Cirebon. Namun, dalam penyelidikan itu, penyidik menemui kendala lantaran pelaku tidak mempunyai KTP. Tak hanya itu, polisi juga belum mengantongi bukti karena video tersebut tidak terlihat wajah pelakunya. Sehingga polisi kini berupaya dengan mendatangkan 10 orang anak sebagai saksi. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *