Target Pemilih 75,5 Persen, KPU Sosialisasi Pilkada 2020 bagi Forkompimda dan Parpol

oleh -526 views
SOSIALISASI: Komisioner KPU Indramayu Divisi Sosialisasi Dewi Nurmalasari tengah meberikan penjelasan terkait target partisipasi pemilih di pilkada 2020, kemarin (16/12). FOTO: UTOYOPRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu melakukan sosialisasi tahapan pilkada serentak 2020 bagi Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) dan pengurus partai politik di Kabupaten Indramayu, Senin (16/12), di Hotel Wiwi Perkasa II Indramayu.

Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fatoni melalui Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Dewi Nurmalasari mengatakan, target tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada 2020 sesuai yang ditetapkan KPU RI adalah 75,5 persen. “Ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama, dan mudah-musahan seluruh elemen masyarakat memiliki visi yang sama dalam menyukseskan pilkada 2020,” kata Dewi.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, tuturnya, melalui sosialisasi secara masif terhadap seluruh segmen mesyarakat. Termasuk terhadap forkopimda dan pengurus partai politik (parpol).

Dikatakan Dewi, peran Forkopimda sangat penting dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2020. Mereka diharapkan bisa melakukan konsolidasi dan komunikasi secara hirarki hingga ke tingkatan yang paling bawah.

“Harapan kami tentunya pilkada bisa berjalan lancar dari sisi  tahapan dan penyelenggaraan, tingkat partisipasi tinggi, dan zero accident,” ujar Dewi.

Sementara terhadap pengurus parpol, Dewi berharap agar mempunyai visi yang sama dalam penguatan demokrasi, melalui pendidikan politik kepada masyarakat. Karena partai politik memiliki posisi yang startegis, sebagai mediator antara negara dan masyarakat.

“Partai politik bisa mengambil peran penting, bukan hanya bagaimana bisa mendorong partisipasi masyarakat, tapi juga bisa melahirkan kader-kader yang dipercaya oleh public. Sehingga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi publik, bahwa apa yang mereka pilih akan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Dewi menjelaskan, segmentasi pemilih di masyarakat itu berbeda-beda. Ada pemilih yang berdasarkan emosional, ada pemilih dengan pendekatan sosial, dan ada pemilih rasional. Menurutnya, mereka mempunyai kecenderungan dan latar belakang masing-masing. “Mereka harus kita bidik dan tangkap sebagai bagian dari pemilih kita. Kita lakukan penguatan untuk mendukung kesadaran politik, bahwa memilih adalah hak masyarakat dan masyarakat menyambut dengan gembira,” tuturnya.

Dewi menambahkan, KPU juga memiliki desain strategi dalam sosialisasi. Selain kepada forkopimda dan partai politik, juga akan dilakukan sosialisasi kepada insan media. Karena media adalah merupakan corong dalam penguatan demokrasi di tingkat local. Selain itu juga dengan elemen masyarakat lainnya termasuk kaum disabilitas dan penghuni lapas.

Terkait kendala dalam peningkatan tingkat partisipasi masyarakat, Dewi menjelaskan bahwa sejumlah faktor yang selama ini menjadi penyebab rendahnya partisipasi diantaranya buruh migran (TKI), urbanisasi (bekerja di luar kota), pelajar yang sekolah dil uar kota, nelayan dan petani. “Terhadap mereka semua kita harus lakukan penguatan, agar mereka bisa  dan sadar untuk menggunakan hak piihnya,” tegas Dewi. (oet)