Tanggul Sungai Congger Ditinggikan

oleh -37 views
DITINGGIKAN: Kapolsek Losarang Kompol Mashudi bersama Pemdes Pegagan dan petani melakukan peninjauan peninggian tanggul Sungai Congger, kemarin. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Perbaikan darurat tanggul Sungai Congger tuntas dikerjakan. Tapi rupanya, para petani penggarap sawah di sekitar lokasi tanggul yang berada di Blok Asinan Desa Pegagan, Kecamatan Losarang itu belum merasa tenang.

Menyusul masih berlangsungnya curah hujan tinggi hingga membuat permukaan air Sungai Congger kerap naik.

BACA JUGA:Perbaikan Tanggul Sungai Congger Tuntas, Petani Mulai Tanam Padi

Waswas, kejadian jebolnya tanggul berulang. Petani dan warga gotong royong melakukan peninggian tanggul. Menggunakan ratusan karung berisi tanah. Untuk mengantisipasi kenaikan muka air Sungai Congger.

“Sebagai bentuk prepare saat tinggi muka air bertambah, supaya tanggul tidak jebol lagi,” kata Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Bambang SIK melalui Kapolsek Losarang Kompol H Mashudi SH MH saat melakukan peninjauan lokasi tanggul Sungai Congger, kemarin.

Menurut Kapolsek Kompol Mashudi, kecemasan petani cukup beralasan. Sebab, sepekan terakhir, curah hujan di wilayah Kecamatan Losarang masih tinggi. Hingga berpotensi banjir. Terutama di areal pertanian sawah.

Dari hasil pemantauannya bersama Kuwu Pegagan Sofyan ST, Kanit Intel Aiptu Fahruroji dan Bhabinkamtibmas Bripka Untung, terdata seluas 250 hektare sawah yang tergenang banjir.

Selain di Blok Asinan Desa Pegagan, juga terpantau di Blok Darim Desa Puntang dan Blok Pertamina Desa Muntur. Sebagian sawah di tiga desa itu sudah ditanami padi rata-rata 15 hari usia setelah tanam.

Berdasarkan hasil pengecekan, areal sawah yang terendam banjir disebabkan dua saluran irigasi Asinan dan Kancil tidak dilengkapi dengan pintu air.

Sehingga, aliran air dari Sungai Congger masuk dan mengalir ke areal pesawahan baik ke desa Pegagan, Puntang dan Muntur. “Untuk tanggul Kali Congger yang sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Indramayu saat ini dalam kondisi aman. Namun untuk mengantisipasi tidak terjadi jebol lagi, warga dan kelompok tani secara gotong royong memperbaiki dengan tumpukan karung yang berisi tanah,” terang Mashudi. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *