Tanggul Cipanas Desa Santing Rawan Jebol

oleh -87 views
KOORDINASI: Kapolsek Losarang Kompol Mashudi (kanan) berkoordinasi dengan BBWS Cimancis soal rencana penanganan tanggul kritis Sungai Cipanas yang berada di Desa Santing, Minggu (7/3). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) sepertinya tak bisa pulang cepat. Di tengah penyelesaian perbaikan darurat tanggul jebol Sungai Cipanas di Blok Widara, Desa Puntang serta tanggul Kali Tuan di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, kini ditemukan lagi kondisi tanggul yang mengalami kritis. Yakni di Desa Santing. Masih di wilayah Kecamatan Losarang.

Kritisnya tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipanas itu membuat penduduk disana waswas. Khawatir jebol atau air melimpas tatkala debit Sungai Cipanas naik.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang SIK melalui Kapolsek Losarang, Kompol H Mashudi SH MH membenarkannya.

Diapun mengaku, sudah langsung menyampaikannya kepada pihak terkait, termasuk BBWS Cimancis. Sekaligus meminta tanggul kritis Sungai Cipanas di Desa Santing segera mendapatkan penanganan.

Kritisnya tanggul di Desa Santing terpantau sejak bencana banjir besar pertama kali melanda wilayah Kecamatan Losarang.

“Berpotensi jebol atau air melimpas saat debit Sungai Cipanas tinggi,” katanya saat kembali meninjau lokasi tanggul kritis di Desa Santing, Minggu (7/3).

Dari pengamatannya, kondisi tanggul Sungai Cipanas di Desa Santing memang mengkhawatirkan. Selain posisi tanggul yang rendah juga tipis. Potensi terjadinya tanggul jebol ikut dipicu badan Sungai Cipanas yang menikung.

Tingkat elevasi tanah pada tanggul di wilayah tersebut cukup tinggi. Sehingga, tidak sedikit tanggul yang tergerus oleh debit sungai yang cukup tinggi. Di samping itu, kontur tanah di tanggul tersebut sangat mudah terkikis.

Menurutnya, dampak yang terjadi bila tanggul tersebut jebol, dapat merendam areal permukiman warga di Desa Santing, Muntur dan Desa Losarang. “Jalur pantura bisa terdampak. Karena jaraknya cukup dekat, sekitar 1,5 kilometer,” ujarnya.

Kapolsek Kompol Mashudi menjelaskan, peninjauan tanggul kritis bersama sejumlah tokoh masyarakat dan Pamong Desa Santing ini, sebagai bentuk implementasi Polri yang presisi.

Dimana jajaran kepolisian harus memiliki prediksi terhadap kondisi situasi yang dapat menimbulkan potensi terjadinya permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Seperti terjadinya bencana alam banjir dan sebagainya.

Tak cuma itu, anggota Polri juga dituntut merespon setiap temuan maupun laporan dari masyarakat. Dalam hal tanggul kritis ini, pihaknya tidak hanya melakukan peninjauan.

Tetapi pula berkoordinasi dengan pihak Kementrian PUPR melalui BBWS Cimancis. Yang saat ini sedang menangani perbaikan tanggul jebol Sungai Cipanas di Desa Puntang.

“Dengan upaya yang kami lakukan, diharapkan agar masyarakat merasa nyaman dan bebas dari rasa kekhawatiran terjadinya bencana banjir akibat luapan atau tanggul cungai yang jebol,” terang Kompol Mashudi. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *