Tanggul Cimanuk Kritis

oleh -42 views
KRITIS: Anggota Satkorlak PB Kecamatan Sukagumiwang meninjau lokasi tanggul yang kritis, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Empat titik tanggul Sungai Cimanuk di tiga desa Kecamatan Sukagumiwang, kritis. Hal itu disampaikan anggota Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Kecamatan Sukagumiwang, Taryono pada Radar Indramayu, Selasa (2/2). 

“Sebenarnya tanggul kritis di wilayah Kecamatan Sukagumiwang dimulai dari Desa Cibeber sampai Desa Gedangan banyak, tetapi yang paling kritis kurang lebih jarak antara tanggul dan pemukiman warga sekitar 7 meter ada empat titik,” jelasnya. 

Taryono menyebutkan, empat titik tanggul terletak di tiga desa yakni di Blok Undrus Desa Cibeber, Blok Desa dan Blok Bojong Kulon Desa Gunungsari, serta Blok Gumiwang Utara Desa Sukagumiwang memerlukan penanganan serius karena jarak tanggul yang kritis dengan pemukiman warga sekitar 7 meter. 

“Di Blok Gumiwang Utara Desa Sukagumiwang telah kita laporkan ke BBWS tembusan Plt Bupati dan BPBD. Tanggul kritis di Blok Gumiwang sementara sudah ditangani warga secara swadaya dengan mengggunakan karung yang berisi tanah, sedangkan tanggul di Desa Cibeber dan Gunungsari belum. Kita akan melaporkannya juga,” tuturnya.

Kondisi tanggul yang kritis, lanjut Taryono, membuat pemerintah desa bersama warga dan pemcam selalu siaga 1 setiap Sungai Cimanuk meluap pada musim penghujan.

“Kita terus pantau perkembangan tanggul terutama saat Sungai Cimanuk meluap, kita imbau kepada masyarakat yang tempat tinggalnya tidak jauh lokasi tanggul kritis agar selalu waspada,” imbuhnya.

Kondisi tanggul yang kritis di Kecamatan Sukagumiwang, membuat warga yang tinggal tak jauh dari lokasi tanggul kritis waswas.

Mereka khawatir, jika tanggul tidak ditangani secepat mungkin, arus air luapan Sungai Cimanuk terus mengikis habis tanggul dan air dapat masuk kepermukiman warga. 

“Waswas, takut air masuk permukiman warga karena musim penghujan masih berlangsung, Sungai Cimanuk masih bisa sewaktu-waktu meluap,” kata warga setempat, Andi. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *