Tangani Covid-19, Kabupaten Indramayu Sudah Habis Rp117 Miliar

oleh -88 views
PERSIAPN SWAB: Petugas tengah melakukan persiapan swab masal di lingkungan pemkab Indramayu, belum lama ini. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Pemkab Indramayu telah merealisasikan anggaran untuk  penanganan pandemi Covid 19 sebesar Rp117.987.580.134 dari pagu anggaran Rp119.117.699.020.  

Dana tersebut bersumber dari belanja tidak terduga (BTT) untuk Covid-19 sesuai UU Nomor 2/2020 tentang penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Undang-Undang tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya surat tanggap darurat oleh Bupati Indramayu melalui Surat Penyataan Bupati Indramayu Nomor: 360/763/BPBD tentang status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala BKD Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali melalui PPK SKPKD, Ali Siswoyo di kantornya, pekan kemarin

Menurutnya, BTT adalah belanja yang sifatnya tidak biasa dan tidak diperkirakan sebelumnya seperti penanggulangan bencana alam dan bencana non alam. Covid-19, katanya, merupakan bencana non alam.

Ali merinci anggaran untuk Covid-19 sebesar Rp117.987.580.134 dipergunakan untuk  kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1 dan 2 di 31 kecamatan sebesar Rp5.537.175.800, Dinas Perhubungan (Dishub) Rp2.689.575.000, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Rp37.615.039.200.

Kemudian untuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp1.050.115.500, Dinas Sosial (Dinsos) Rp234.955.000, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rp31.604.375.000. Selanjutnya BPBD Rp24.985.513.520, Satpol PP Rp3.880.950.000 dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) sebesar Rp11.520.000.000.

“Alokasi anggaran Covid-19 dipergunakan untuk kebutuhan 3 aspek yakni bidang kesehatan, sosial dan dampak ekonomi,” rincinya.

Diungkapkannya, kebutuhan dampak ekonomi  digelontorkan untuk 9.600 UMKM sebesar Rp11.520.000.000 dan per UMKM mendapatkan bantuan Rp1.200.000.

Selain untuk UMKM, sambung Ali, dampak ekonomi juga diberikan kepada para peternak itik sebesar Rp1.050.115.500.00. Bantuan tersebut dikoordinatori oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Bidang sosial digelontorkan anggaran Rp37.615.039.200 dan dikelola DKP untuk 24.914 KK terdampak Covid-19. Jumlah 24.914 KK ditentukan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinsos.

“Bidang sosial dikelola DKP dan disalurkan melalui PD BWI. Bidang sosial meliputi bantuan uang tunai, beras, makanan kaleng, mi instan, ikan asin dan lainnya. Bantuan sosial diluncurkan selama tiga kali,” kata Kasubag Keuangan BKD ini.

Kemudian bidang kesehatan yang dikelola Dinkes sebesar Rp31.604.375.000 diantaranya digunakan untuk insentif tenaga kesehatan, alat kesehatan, obat-obatan dan lain-lain. Anggaran di BPBD untuk pengadaan masker, hand sanitizer dan lainnya. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *