Taman Agrowisata Situ Bolang Dongkrak Ekonomi Masyarakat

oleh -633 views
PASARKAN PRODUK LOKAL: Pemilik Agrowisata Situ Bolang H Urip menunjukan produk olahan masyarakat lokal yang dipasarkan di tempatnya, kemarin (15/10). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Resmi dibukanya Agrowisata Situ Bolang Desa Jatisura Kecamatan Cikedung oleh wakil bupati Indramayu belum lama ini, semakin dikenal masyarakat.

Tidak hanya sebagai tempat wisata hortikultura, namun ikut mengenalkan dan memasarkan produk lokal hasil karya masyarakat lokal, seperti kerupuk gedong gincu, dan kopi biji mangga.

Pengelolah Agrowisata Situ Bolang H Urip mengatakan, kehadiran agrowisata yang sudah dirintisnya sejak tahun 2017 bukan sekadar dijadikan taman wisata pertanian atau perkebunan, namun bisa dijadikan wadah pemasaran bagi produk-produk olahan hasil industri rumahan masyarakat Indramayu.

Sehingga, lanjutnya, agrowisata dapat berdampak pada perkembangan perekonomian masyarakat lokal. “Ada dua produk yang saya pasarkan di sini, ini hasil home industry semua, yang mengola mangga menjadi kerupuk, dan bijinya dibikin kopi,” kata H Urip.

Lebih lanjut, dikatakan Urip, dengan ikut memfasilitasi keberadaan eksistensi produk olahan tangan terampil dan inovasi masyarakat Indramayu. Pengusaha home industry tidak kesulitan dalam memasarkan produknya, terutama produk berbahan dasar hasil pertanian seperti mangga.

Menurutnya, Indramayu merupakan kabupaten penghasil mangga. Namun, ada hal yang masih membuat petani mangga belum puas dengan harga jual di pasaran.

“Harga mangga jika lagi musim hasil panen melimpah harga jatuh hanya Rp4.000 per kilonya, maka di saat harga jatuh inilah harus ada cara agar mangga tidak murah, salah satunya dibuat produk olahan, seperti kerupuk mangga gincu dan kopi biji mangga, harganya juga dua sampai tiga kali lipat harga mangga,” bebernya.

Sementara itu, Taryani (45), salah seorang pengunjung menuturkan, sangat terkesan adanya tempat wisata yang mengangkat hasil pertanian hortikultura lokal, yang mencerminkan Indramayu sebagai daerah pertanian.

Pengunjung, kata Taryani, dikenalkan berbagai macam tanaman yang bernilai ekonomis, dan dikenalkan produk olahan dari hasil suburnya bumi wiralodra.

“Saya baru tahu ada mangga gedong gincu diolah jadi kerupuk dan bijinya bisa dibikin kopi. Inikan luar biasa kreatif sekali. Mudah-mudahan adanya agrowisata ini bisa menjadi wadah hasil olahan inovasi dari warga lokal, bukan saja kerupuk dan kopi tetapi produk lainnnya,” ujarnya. (oni)