Takmad Bunuh Kakak Ipar, Gegara Warisan

oleh -1.622 views

INDRAMAYU – Menjelang tengah malam, Minggu (7/3) Desa Pengauban, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, dibuat kaget pembunuhan seorang ibu rumah tangga.

Korban bernama Carniyah (55). Ia ditemukan tergeletak bersimbah darah di salah satu ruangan rumahnya.

Polisi yang datang kelokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itu juga Petugas mendapatkan petunjuk kuat mengenai siapa orang yang melakukan perbuatan keji tersebut.

Kecurigaan petugas mengarah kepada adik ipar korban yang tak lain adalah Takmad (43). Tidak membutuhkan waktu lama, Senin (8/3/2021) dini hari Takmad berhasil ditangkap.

Seusai menghabisi nyawa kakak iparnya, Takmad bersembunyi di belakang sebuah toko obat Pranata desa setempat. K

Kecurigaan petugas kepada Takmad, karena adanya keterangan bahwa tersangka dengan korban sebelumnya cek cok masalah harta warisan.

Proses penangkapan terhadap tersangka Takmad, cukup dramatis. Pasalnya saat penangkapan dibantu puluhan warga.

Setelah berhasil ditangkap, Takmad nyaris menjadi korban amuk warga. Namun, berkat kesigapan petugas, ia berhasil diamankan dan dibawa ke kantor Polisi.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang, melalui Kapolsek Lelea AKP H. Agus Priyanto, mengatakan, kasus pembunuhan tersebut lantaran berebut harta warisan.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya, korban yang juga kakak iparnya itu dianggap sebagai penghalang soal pembagian harta warisan,” kata Agus.

Agus menjelaskan kronologi kasus pembunuhan tersebut. Perbuatan tersangka dilakukan saat korban tengah tertidur lelap dikamarnya.

Sebelum membunuh, tersangka yang tinggal serumah dengan korban itu asyik menonton tivi.

Tanpa diduga, malam itu juga tersangka beranjak dari tempatnya lalu mengambil pisau, kemudian menuju kamar kakak iparnya itu (korban red).

Melihat korban yang tertidur pulas, tersangka kemudian menusukan pisaunya ke leher korban.

Seusai melakukan aksinya, saat itu juga tersangka kabur dan bersembunyi dibelakang sebuah toko obat desa setempat. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.