Sumedang Banjir Bandang, Bagaimana Kondisi Sungai Cimanuk Indramayu?

oleh -96 views
debit-air-sungai-cimanuk
Kondisi debit air Sungai Cimanuk yang mulai mengalami penurunan. Foto: Anang Syahroni/Radar Indramayu

INDRAMAYU – Banjir bandang di Kabupaten Sumedang pada Kamis malam (25/3/2021) dikhawatirkan berdampak pada Sungai Cimanuk yang meluap di Kabupaten Indramayu.

Sebab, sempat meluap dan menggenangi Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu pada Kamis (25/3/) sore. Namun surut pada malam harinya.

Bagaimana kondisi Sungai Cimanuk pagi ini? Dari laporan yang diterima Radar Indramayu, pada pukul 07.00 WIB debit air telah mencapai 781,678 meter kubik per detik atau status waspada.

Kemudian pada pukul 08.00 WIB menjadi 709,700 meter kubik per detik dengan kecenderungan terjadi penurunan debit air.

Sementara Bendung Rentang tadi malam statusnya sempat siaga karena pada pukul 23.00 WIB debit Tinggi Muka Air sempat berada pada level 22,30 MDPL. Dengan debit 968,012 meter kubik per detik.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumedang, mengakibkan banjir bandang yang melanda Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Iwan Hermawan mengatakan bahwa dari banjir bandang itu, dilaporkan dua orang warga terbawa hanyut.

“Korban bernama Wareng dilaporkan hilang di area Vila Putri (Citengah) dan hingga kini masih dalam pencarian,” kata Iwan kepada wartawan, seperti dilansir Jabar Ekspres.

Sementara korban yang satunya kata Iwan, bernama Oleh, warga Dusun Cijolang, Desa Citengah. “Oleh warga Dusun Cijolang Desa Citengah berhasil ditemukan, dan korban langsung di larikan ke RSUD Sumedang,” ujarnya.

Rully menjelaskan, bahwa longsor yang terjadi di wilayah Desa Citengah juga berdampak pada jalan yang menuju Dusun Cisoka tertutup total, karena material longsoran menutup hampir seluruh badan jalan.

Sementara untuk penanganannya, kata Rully, pihaknya bekerjasama dengan Damkar serta PUPR dan hingga saat ini masih mengangkat material longsoran. (yud/oni/jabar ekspres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *