Sukarno Mundur dari Ketua Panpilwu, Siap Wujudkan Desa yang Maju dan Berdaya Saing

oleh -219 views
SIAP MENGA BDI: Sukarno SSos (kanan) mendaftarkan diri sebagai calon kuwu Desa Larangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, belum lama ini.

Sosok Sukarno SSos sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Desa Larangan, Kecamatan Lohbener. Tak mengherankan. Sejak menyatakan keseriusannya maju sebagai salah satu kandidat pada Pilwu Desa Larangan, dukungan pun terus mengalir kepada bapak dua orang anak kelahiran 2 Mei 1965 itu.

KHOLIL IBRAHIM, Lohbener

MENGALIRNYA dukungan bukan tanpa sebab. Sukarno, dinilai merupakan figur dengan segudang pengalaman. Sederat jabatan pernah diembannya. Mulai dari Kepala PDAM TDA Cabang Lohbener serta Cabang Indramayu. Kemudian, Kabag Adminstrasi Hukum dan Kepegawaian, Kabag Keuangan dan Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Kendati hampir separuh hidupnya bekerja di BUMD yang menangani pelayanan air bersih. Namun, alumni SMAN I Sindang tahun 1985 ini, ternyata memiliki bekal ilmu di bidang pemerintahan yang mumpuni.

Sukarno tercatat sebagai alumni Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Cirebon jurusan Administrasi Negara serta Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD APMD Yogjakarta Jurusan Pembangunan Masyarakat Desa.

Dari dasar pengalaman dan kompetensi keilmuan itulah, Sukarno dianggap mampu menjabarkan dan memberikan solusi atas keluhan dari berbagai masalah kemasyarakatan, pemerintahan dan pembangunan desa.

Apalagi sejak lama di sela kesibukannya. Dia bersama masyarakat konsisten bergotong royong melakukan perbaikan jalan, pembuatan penerangan jalan, perbaikan saluran air bagi petani, sarana olah raga dan juga membantu pembangunan sarana pendidikan agama.

Sukarno juga sempat dipercaya menjadi Ketua Panitia Panpilwu Desa Larangan. Sebelum akhirnya mundur dan memilih maju menjadi bakal calon kuwu (balonwu).

“Saya diminta oleh masyarakat untuk maju Pilwu. Itu salah satu alasan yang membuat saya terpanggil. Jika dipercaya, dengan pengalaman yang saya dapatkan selama ini akan saya tuangkan untuk kemajuan Desa Larangan. Jadi tidak lain untuk pengabdian, bukan memburu jabatan semata,” tutur Sukarno kepada Radar, Rabu (17/3).

Lanjutnya, Desa Larangan berpotensi untuk menjadi desa yang lebih maju dan berdaya saing. Asalkan ditata dengan lebih baik lagi. Karena itulah, dia menetapkan 4 misi jika terpilih menjdi Kuwu Desa Larangan. Yaitu tata pemerintah desa, tata masyarakat desa, tata ruang fisik desa dan menunjang pembangunan daerah. “Visi saya sederhana, mewujudkan Desa Larangan yang maju dan berdaya saing,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *