Soal Panduan Ramadan, MUI Tunggu Fatwa Pusat

oleh -71 views
Harto Prayitno

INDRAMAYU-Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi di tengah masa pandemi Covid-19.

Surat Edaran Kemenag Nomor 03 tahun 2021 tersebut ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Meski begitu, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kabupaten Indramayu tetap menunggu fatwa dari MUI Pusat.

“Ini urusan syariat agama maka keputusan kami ini menunggu fatwa secara resmi MUI Pusat. Secara organisasi kan begitu,” ujar Ketua Umum MUI Kabupaten Indramayu KH Moh Syathori SHI MA melalui Sekretaris H Harto Prayitno SAg SH MH kepada Radar di Islamic Center Indramayu, Selasa (6/4).

MUI, lanjut Harto Prayitno, masih merapatkan fatwa mengenai kegiatan masyarakat saat beribadah di bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 tahun Ini. Diharapkan, fatwa segera keluar dalam waktu dekat, sebelum bulan puasa tiba.

Menurut pria yang akrab disapa Uto ini, pelaksanaan ibadah dibulan Ramadan tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu. Sebab saat ini, program vaksinasi sudah berjalan. Ada beberapa kelonggaran, walau belum ada keputusan pandemi Covid-19 sudah usai.

Seperti umat muslim dapat melaksanakan salat berjamaah di masjid maupun musala asalkan dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini berbeda dari Ramadan tahun lalu. Umat muslim diimbau untuk melaksanakan segala ibadah dalam di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Meskipun ada kelonggaran, untuk kegiatan ibadah selama Ramadan, harus tetap taat prokes. Seperti diberlakukan penerapkan shaf berjarak ketika salat berjamaah. Rutin penyemprotan disinfektan, membawa sajadah masing-masing sebagai wujud usaha menghindari penyakit,” ujar Uto.

Selain soal peribadatan, dalam aktivitas keseharian diimbau untuk terus mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan lain seperti buka bersama maupun sahur on the road pun diminta untuk dihindari.

Terlebih, pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro. “Pandemi ini kan belum dinyatakan tuntas. Sehingga upaya pencegahannya hampir sama seperti tahun lalu. Kita tidak boleh euforia. Tapi kami juga sangat menginginkan supaya kegiatan keagamaan seperti tarawih dan wirid pengajian selama Ramadan tahun ini bisa kembali terlaksana. Dengan tetap memenuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *