Siswa Unjuk Rasa Tutup Jalur Pantura

oleh -427 views
PROTES: Ratusan siswa SMAN 1 Losarang melakukan aksi unjuk rasa mengkritik kebijakan kepala sekolah yang dinilai tidak mendukung kegiatan ekskul futsal, kemarin (3/9). FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Ratusan siswa SMAN 1 Losarang, Kabupaten Indramayu, melakukan aksi unjuk rasa, lantaran kecewa kepada Kepala sekolahnya yang tidak mendukung kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga futsal, Senin (3/9).

Siswa sempat melakukan aksinya dengan memblokade jalur pantura. Akibatnya arus kendaraan dari dua arah tersendat.

Aksi unjuk rasa di jalur trans nasional tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit. Kemudian dibubarkan oleh polisi, karena mengganggu arus lalu lintas. Setelah dibubarkan, ratusan siswa kemudian melanjutkan aksi di dalam sekolah. Aksi unjuk rasa memblokade jalur pantura itu, dikeluhkan para pengendara.

“Demo boleh-boleh saja, tapi jangan sampai menutup jalan. Adanya demo siswa SMA itu, kami pengguna jalan terganggu,” ujar Salman, salah seorang pengendara mobil pribadi.

Dalam aksinya itu, siswa membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan menyampaikan rasa kekecewaannya kepada Kepala Sekolah. Siswa SMAN 1 Losarang tersebut menuntut Kepala sekolahnya agar bersikap profesional.

Adifri Fiorie, salah satu siswa mengatakan, kepala sekolah tidak memiliki perhatian kepada peserta didiknya yang ingin mengembangkan minat dan bakat dalam kegiatan ekstrakurikuler bidang olahraga futsal. Sebagai puncak kekecewaan dan siswa berunjuk rasa, setelah kepala sekolah melarang siswanya yang ingin mengikuti turnamen futsal yang diadakan pihak lain di luar sekolah.

“Padahal dari kegiatan ekskul futsal tersebut, sekolah kami belum lama ini meraih prestasi. Tapi kepala sekolah terkesan tidak mendukungnya. Keinginan kami, kepala sekolah jangan pilah pilih mendukung kegiatan ekskul. Jadi  terkesan ada diskriminasi. Padahal seluruh siswa pada mendukung kegiatan ekskul futsal tersebut,” kata siswi bernama Adifri

Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan peserta didiknya itu, Kepala SMAN 1 Losarang, Didi Juhaedi mengatakan, dirinya membantah membatasi, apalagi melarang siswa melakukan kegiatan ekskul olahraga futsal. Namun, terkait larangan ketika siswa yang hendak mengikuti turnamen futsal di luar sekolah memang benar. Menurutnya, larangan tersebut dikarenakan dilakukan tanpa izin terlebih dahulu kepada sekolah. Selain itu, mencegah jangan sampai terjadi keributan yang berujung tawuran.

“Karena berkaca dari pengalaman tahun kemarin pada kegiatan turnamen futsal pernah terjadi keributan dan tawuran. Jadi itu, kenapa kami melarangnya. Di samping itu, disekolah kami memiliki aturan, dan siswa yang hendak mengadakan atau mengikuti kegiatan, baik di lingkungan dan luar sekolah harus melaporkan dan izin dulu,” kata Didi Juhaedi.

Menurutnya, persoalan tersebut hingga peserta didiknya itu melakukan aksi unjuk rasa, sebenarnya dilatar belakangi oleh kesalah pahaman saja. Meski demikian, pihak sekolah, termasuk dirinya akan melakukan evaluasi, agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali. Adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan siswanya itu, Didi mengatakan, pihak sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar dan mengajar di hari tersebut. (kom)