Sinergi Pertamina EP Asset 3 dan RU-VI Balongan Berhasil Tingkatkan Produktivitas, Kualitas dan Efisiensi Lifting

oleh -75 views
SINERGI : Steam line 12” yang merupakan sinergi Pertamina EP Asset 3 dan Pertamina RU VI Balongan diresmikan, Selasa (3/11).

INDRAMAYU-Steam line 12” yang merupakan sinergi Pertamina EP Asset 3 dan Pertamina RU VI Balongan diresmikan, Selasa (3/11). Kegiatan peresemian diselenggarakan secara terbatas dan di luar ruangan di Pertamina EP Asset 3 Main Gathering Station (MGS) Balongan, Kabupaten Indramayu.

Peresmian ditandai dengan pemutaran valve steam line 12” secara serentak oleh General Manager Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari dan General Manager Pertamina RU VI Balongan, Hendri Agustian.

Pemanfaatan steam line 12” oleh Pertamina EP selaku anak perusahaan Pertamina dibawah koordinator Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Sub Holding Upstream, sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, berhasil meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi lifting crude oil di Pertamina EP Asset 3 Main Gathering Station (MGS) Balongan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi Pertamina RU-VI Balongan.

KOMPAK :Pemutaran valve steam line 12” secara serentak oleh General Manager Pertamina EP Asset 3 Wisnu Hindadari dan General Manager Pertamina RU VI Balongan Hendri Agustian.

Pencapaian ini juga didukung dengan inovasi dan pengembangan produk Demulsifier kolaborasi Pertamina EP Asset 3 dengan Research and Technology Center (RTC) Pertamina serta inovasi Desalter oleh Pertamina EP Asset 3.

Sinergi yang diinisiasi Pertamina EP Asset 3 dengan Pertamina RU-VI Balongan, Research and Technology Center (RTC) Pertamina serta Pertamina Lubricants ini, mampu memberikan nilai tambah bagi Pertamina (persero) selaku holding dari keempat entitas.

Upaya pengembangan dan inovasi yang diinisiasi fungsi Oil & Gas Transportation (OGT) Pertamina EP Asset 3, yang pertama adalah pengembangan special product yakni Demulsifier atau chemical pemecah emulsi minyak yang diberi nama Pertadem-20. Produk ini  dikembangkan melalui proses field data analysis, tes laboratorium, pre-formulasi, field test, dan formulasi final yang merupakan hasil kolaborasi apik Pertamina EP Asset 3 dengan RTC.

Langkah selanjutnya, yakni mass production atau produksi dalam skala besar dieksekusi melalui sinergi dengan Pertamina Lubricants. Produk Pertadem-20 telah berhasil meningkatkan kecepatan dalam proses crude oil treatment di MGS Balongan Pertamina EP Asset 3. Lebih luas lagi, Pertadem-20 juga telah mulai digunakan oleh Pertamina EP Asset 5 serta di replikasi di wilayah kerja Pertamina EP lainnya.

Berikutnya adalah inovasi Desalter, yakni sebuah alat yang berfungsi untu membersihkan crude oil dari kandungan garam (salt content) dengan proses mixing crude oil, fresh water, dan heat treatment.

Pertamina EP Asset 3 mengembangkan Desalter melalui beberapa tahap yaitu field data analysis, water oil laboratory test, design engineering, fabrikasi, inspeksi, dan field test. Saat ini Desalter telah diproduksi dan dikembangkan dengan 2 varian kapasitas yaitu Desalter 2×2 (2 nozzle-2 blades) dan Desalter 4×4 (4 nozzle – 4 blades).

Yang ketiga adalah proyek pemanfaatan ekses LP Steam atau pemanfaatan kelebihan panas bertekanan rendah dari Pertamina RU-VI Balongan untuk proses crude oil treatment di MGS Balongan Pertamina EP Asset 3.

Melalui diskusi dan koordinasi secara berkala dengan Pertamina RU-VI Balongan, Pertamina EP Asset 3 membangun steam trunkline 12” sepanjang 2,9 Km, dengan kapasitas 14 ton/jam dari RU-VI Balongan menuju MGS Balongan.

Pembangunan jalur pipa yang dimulai pada Februari 2020 lalu pun berhasil direalisasikan 1 bulan lebih awal dari target awal.

Nilai tambah yang dihasilkan Pertamina dari sinergi inisiasi tersebut diantaranya peningkatan kecepatan persiapan cargo crude oil dengan kualitas demulsifier yang optimal dan kehandalan steam supply.

Peningkatan kualitas Jatibarang Mixed Crude Oil (JMCO) dengan BS&W <0,5% dan salt content <18 ptb yang diharapkan dapat diolah maksimal di kilang RU-VI Balongan dan memberikan fleksibilitas jadwal lifting, penghematan investasi shipping pump sebesar USD12,4 juta dan penghematan biaya shipping sebesar USD200.000/ bulan.

Tidak hanya itu, pemanfaatan LP steam ekses dapat menghemat biaya investasi LP boiler sebesar USD7,9 juta dan biaya operasi selama 10 tahun sebesar USD6 juta.

JMCO merupakan salah satu produk yang dihasilkan melalui kegiatan produksi migas Pertamina EP Asset 3, yang selama ini mayoritas harus diolah di kilang RU-IV Cilacap dan RU-V Balikpapan tentunya hal ini mengakibatkan timbulnya biaya shipping bagi Pertamina.

General Manager Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari mengatakan, sinergi keempat entitas Pertamina dan monetisasi LP steam ekses dapat meningkatkan revenue di setiap Perusahaan. Baik Pertamina EP Asset 3, Pertamina RU-VI Balongan, RTC, dan Pertamina Lubricants. “Kami berharap sinergi ini dapat memberikan added value yang maksimal bagi Pertamina,” harap Wisnu.

General Manager Pertamina RU-VI Balongan, Hendri Agustian mengatakan, Pemanfaatan ekses LP steam ini sangat baik bagi kedua Perusahaan. Dikatakan, tadinya ekses LP steam ini hanya dilepaskan ke udara, namun kini bisa menjadi nilai tambah bagi Pertamina RU-VI Balongan dan tentunya Pertamina EP Asset 3.

“Sinergi antara Pertamina EP Asset 3 dan Pertamina RU-VI Balongan ini sekaligus menjadi stimulus bagi para perwira Pertamina dari semua lini, agar kedepannya lebih banyak bekerjasama dan saling mendukung untuk mencapai hasil kinerja yang lebih optimal,” tegas Hendri.

Sinergi yang diinisiasi Pertamina EP Asset 3 ini sejalan dengan pesan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, yaitu mengejar pencapaian terget kinerja operasional dan keuangan di seluruh fungsi dan lini bisnis, meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada seluruh proses bisnis, meningkatkan sinegi antara holding dan subholding, dan mengoptimalkan seluruh portofolio aset maupun bisnis untuk mendapatkan added value maksimal. (oet)