Siap Produksi Beras Organik

oleh -39 views
SIAP PRODUKSI BERAS ORGANI K: Perwakilan Poktan di Kabupaten Indramayu teken MoU dengan Koperasi Produsen Pangan Dharma Kencana terkait produksi gabah organik di Kabupaten Indramayu di Sekretariat Koperasi, belum lama ini.

INDRAMAYU- Untuk meningkatkan produksi beras organik, Koperasi Produsen Pangan Dharma Kencana Indramayu melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan 30 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di Kabupaten Indramayu, kemarin.

Bertempat di Sekretariat Koperasi Produsen Pangan Dharma Kencana Indramayu, 30 ketua kelompok tani (Poktan) siap memproduksi beras organik dengan pengolahan lahan secara ramah lingkungan.

Ketua P4S Dharma Kencana Indramayu, Ayi Sumarna SP menyebutkan, salah satu MoU adalah petani binaan akan menjual hasil panen gabah kering panen (GKP) atau gabah kering giling (GKG) ke koperasi.

“Sebaliknya koperasi menyiapkan sarana produksinya (saprodi) kebutuhan petani sesuai dengan SOP P4S Dharma Kencana Indramayu, disinergikan dengan pihak buyer akan membeli produk beras yang dikelola pihak koperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ayi mengatakan, koperasinya memberikan jaminan harga di atas rata-rata pasaran umum, dimana harga gabah petani dibeli lebih mahal sehingga petani lebih sejahteraa.

Selain itu, petani tidak kesulitan atau khawatir dalam hal pemasaran hasil panen padai organik. “Petani tidak usah khawatir dalam hal penjualan, kita siap menerima hasil panennya. Tetapi petani harus mengikuti SOP dari kami, memproduksi beras organik. Beberapa petani binaan DK juga telah mendapat sertifkat organik dari lembaga sertifikasi organik,” terangnya.

MoU antara Poktan dan Koperasi Produsen Pangan Dharma Kencana Indramayu mendapat sambutan baik dari kalangan ketua kelompok tani, salah satunya ketua Kelompok Tani Tani Bakti II, H Surakman.

Menurutnya, MoU terkait memproduksi gabah organik sangat menguntungkan petani karena harga jual gabah yang lebih tinggi dibandingkan harga pasaran.

Hal itu, dinilainya sangat menguntungkan para petani ketika mulai melirik pengolahan lahan secara organik. Apalagi harga jual beras organik jauh lebih mahal dari pada harga jual beras yang diolah secara konvensional. “Kita petani tidak khawatir gabah organiknya mau dijual kemana, koperasi DK Indramayu telah menjaminnya, jadi kita tidak ragu mulai melirik pengolahan lahannya secara organik,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *