Seluruh Camat Dikumpulkan, Bupati Nina Minta untuk Sukseskan 10 Program Unggulan

oleh -120 views
RAPAT KOORDINASI: Bupati Hj Nina Agustina SH MH CRA didampingi Wakil Bupati Lucky Hakim dan Wakil Ketua DPRD H Sirojudin memimpin rakor dengan para camat, Rabu (24/3), di Aula Ki Tinggil Pendopo Indramayu.

INDRAMAYU-Bupati Hj Nina Agustina SH MH CRA didampingi Wakil Bupati Lucky Hakim meminta kepada seluruh camat supaya bisa bersinergi dalam menyukseskan visi Indramayu Bermartabat  (Bersih, Religus, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat. Di antaranya 10 program unggulan yang sekarang sedang digulirkan ke tengah masyarakat.

Pernyatan itu disampaikan Bupati Hj Nina kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh camat di Aula Ki Tinggil Pendopo Indramayu, Rabu (24/3).

Pihaknya sengaja memgumpulkan mereka (camat, red) untuk bersama-sama menyukseskan visi misi Kabupaten Indramayu lima tahun kedepan.

Dijelaskan Nina, 10 Program Unggulan meliputi program Indramayu Cepat Tanggap (I-Ceta), menawarkan solusi pertolongan pertama permasalahan kemanusiaan dan kedaruratan. Dalam program ini, warga dapat melapor melalui nomor telepon secara langsung  atau melapor melalui media sosial lewat saluran WhatsApp, Facebook, Instagram, atau Twitter.

Sedangkan untuk program Lebu Digital (Le-Dig), lanjut Nina, merupakan program untuk mewujudkan smart village atau desa cerdas dengan melakukan pemasangan Wifi di setiap balai desa yang terintegrasi dengan program I-Ceta.

Nina menambahkan, ada juga program Desa Kabeh Terang (De-Kat). Yakni, masyarakat akan dimanjakan dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga memudahkan mobilitas di malam hari serta dapat mengurangi angka kriminalitas dan kecelakaan.

“Selanjutnya, program Alun-Alun Rakyat (A-Lur), akan mengembalikan fungsi alun-alun sebagai tempat interaksi dan cermin kedekatan antara pemimpin dengan masyarakatnya,” tuturnya.

Program unggulan berikutnya, lanjut Nina, Dokter Masuk Rumah (Dok-Maru). Dijelaskannya, Dok-Maru merupakan sebuah program layanan kesehatan yang menghadirkan bentuk pelayanan langsung ke rumah warga.

Nina menambahkan, program Perempuan Berdikari (Pe-Ri), adalah sebuah program pemberdayaan ekonomi kepada para perempuan Purna Pekerja Migran Indonesia (PPMI), dalam bentuk pelatihan keterampilan dan pemberian modal.

“Manfaat dalam program Pe-Ri, adalah pemberdayaan bagi kaum perempuan usia produktif, sehingga diharapkan produktivitasnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” bebernya.

Selanjutnya, program Kredit Usaha Warung Kecil (Kruw-Cil), merupakan sebuah program yang memberikan kredit atau bantuan usaha kepada warung kecil dan pelaku UMKM guna mendorong perekonomian Wong Cilik melalui kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat Daerah.

“Sementara program yang kesepuluh adalah Berjamaah Subuh Keliling (Bersuling), yakni program dimana bupati, wakil bupati, serta pejabat terkait lainnya, berkeliling ke kecamatan untuk melakukan salat Subuh berjamah di Masjid.

Ditekankan Nina, melaui 10 program tersebut, harus benar-benar dipahami oleh para camat sehingga mampu memberikan kemudahaan kepada masyarakat.

“Kami minta kepada camat untuk bersinergi, terutama dalam menyukseskan 10 program kerja unggulan,” pungkasnya. (oet/dun) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *