Sedekah Bumi, Pemdes Ajak Terapkan 3M

oleh -38 views
TERAPKAN PROKES: Pemdes Kiajaran Wetan mengajak warganya untuk menerapkan prokes 3M saat pelaksanaan sedekah bumi, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Berbagai cara ditempuh pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Indramayu untuk menyukseskan program pemerintah dalam mencegah menyebaran Covid-19.

Seperti yang dilakukan Pemdes Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener saat menggelar acara adat sedekah bumi, Kamis (19/11).

Di sela acara doa dan tahlil agar musim tanam yang akan datang mendapatkan hasil melimpah, Kuwu (Kepala Desa) Kiajaran Wetan Ondi Casrudi memanfaatkan momen itu untuk mengajak warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Tak henti-hentinya, saya ingatkan kepada warga untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Warga yang datang ke sedekah bumi harus pakai masker, dan kami sediakan juga tempat cuci tangan,” ujarnya.

Terkait acara sedekah bumi, Ondi Casrudi mengatakan, upacara adat sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan setiap tahun oleh petani dengan harapan apa yang akan ditanam oleh para petani mendapatkan hasil yang melimpah.

“Adat yang terus dilakukan turun temurun oleh para petani agar hasil pertanian yang ditanam mendapat hasil yang melimpah. Untuk tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga dilakukan sederhana dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dikatakan Ondi, acara sedekah bumi juga ajang untuk menguatkan kebersamaan masyarakat karena mereka rela membawa nasi tumpeng yang dihiasi dengan buah-buahan, panggang ayam dan kue tergantung kemampuan masyarakat petani setempat yang telah disepakati untuk kemudian didoakan oleh pemimpin adat atau keagamaan.

Selain itu, lanjutnya, sedekan bumi juga sebagai sarana komunikasi kepala desa atau perangkat desa untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terutama informasi tentang waktu seharusnya musim tanam dilakukan.

“Semoga dengan rasa syukur yang tinggi kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita selama ini, desa kita menjadi desa yang aman, tentram gemah ripah loh jinawi,” ajak Ondi.

Sementara itu, salah seorang warga, Sudana (40) mengatakan, mendukung langkah pemdes yang tetap melestarikan adat sedekah bumi. Meski pelaksanaanya terbatas karena masih pandemi Covid-19. “Acara sedekah bumi ini bisa dijadikan sarana untuk mengkampanyekan prokes 3M kepada masyarakat,” ujarnya. (oni)