SBMI Sambut Baik Program Peri

oleh -58 views

INDRAMAYU-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu menyambut baik dengan adanya program Perempuan Berdikari (Peri) dari Bupati Indramayu Nina Agustina, untuk para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan yang berdomisili di Indramayu. Perempuan Berdikari (Peri) merupakan satu dari 10 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Nina Agustina dan Lucky Hakim.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengungkapkan, Peri merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan untuk para perempuan purna Pekerja Migran Indonesia dalam bentuk pelatihan keterampilan dan pemberian modal usaha.

“SBMI Indramayu menyambut baik dengan adanya program Perempuan Berdikari (Peri) adalah program pemberdayaan ekonomi untuk perempuan purna Pekerja Migran Indonesia dari Bupati dan Wakil Bupati Indramayu,” ucap Juwarih, belum lama ini.

Menurut Juwarih, dengan adanya program Peri ini berarti Pemerintah Daerah Indramayu telah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 huruf h Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Dengan adanya program pemberdayaan ekonomi bagi purna PMI berarti Bupati Nina Agustina sudah menjalankan amanah dari UU No. 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,” jelas Juwarih.

Juwarih berharap, program Peri ini dapat terimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran. Sehingga bisa menjadi solusi bagi para perempuan purna PMI asal Indramayu untuk tidak lagi bekerja ke luar negeri.

“Semoga saja program ini menjadi solusi bagi para perempuan purna PMI asal Indramayu yang sudah tidak lagi berminat untuk bekerja ke luar negeri,” harap Juwarih.

Selain itu juga, Juwarih mengapresiasi kepemimpinan Nina Agustina dan Lucky Hakim atas kepeduliannya dan menaruh perhatian khusus terhadap warganya yang menjadi PMI. Sehingga, isu Pekerja Migran dimasukan ke dalam 10 program prioritas 100 hari kerja setelah pelantikannya sebagai bupati dan wakil bupati Indramayu.

Mengingat Indramayu sebagai kabupaten pengirim PMI terbesar dan selalu menduduki peringkat teratas. Namun kali ini Pemerintah Daerahnya memiliki perhatian kepada warganya yang menjadi pekerja migran. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.