Satgas Covid Tutup Objek Wisata, Camat Terkejut Melihat Kolam Renang Tetap Buka

oleh -65 views
DITUTUP PAKSA: Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat menutup kolam renang di Desa Segeran Juntinyuat, Sabtu (15/5). FOTO: JAMAL/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Sejumlah objek wisata di Kabupaten Indramayu ditutup Satgas Covid-19 tingkat kabupaten dan kecamatan. Tidak terkecuali tempat wisata pantai dan pemandian di Kecamatan Juntinyat. Penutupan dipimpin langsung Camat Juntinyuat Drs Muhammad Nurulhuda MSi didampingi Kapolsek Juntinyuat Iptu Dedi Wahyudi, dan pihak desa setempat.

Camat Juntinyuat yang juga Ketua Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, Drs Muhammad Nurulhuda MSi mengatakan, kegiatan penutupan tempat wisata sesuai dengan surat edaran Bupati Indramayu Nomor 106/ ST Covid 19-IM/IV/2021 dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Diungkapkan Nurulhuda, sejumlah objek wisata yang ditutup di Wilayah Juntinyuat adalah Pantai Wisata Tirtamaya, Pantai Glayem dan Pantai Rembat. Termasuk kolam renang yang ada di wilayah kecamatan juntinyuat.

“Tim penutupan tempat wisata dibagi ke beberapa kelompok,” ujar Nurulhuda didampingi Pengelola Pantai Tirtamaya H Jaenul Amin kepada Radar, Sabtu (16/5).

Sementara itu, Kapolsek juntinyuat Iptu Dedi Wahyudi SH menambahkan, penutupan tempat wisata ini sesuai SE Bupati Indramayu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang dilakukan Satgas Covid-19.

Sebelumnya, objek wisata Kolam Renang Tirta Pesona Desa Segeran Kecamatan Juntinyuat ditutup paksa oleh Satgas Covid 19 Kecamatan Juntinyuat, Sabtu (15/5) sekitar pukul 09.35 WIB.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Jujtinyuat Drs Muhammad Nurulhuda MSi didampingi dari Polsek dan Koramil Juntinyuat serta Pemdes Segeran, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kolam renang.

Betapa terkejutnya Camat Jutinyuat Nurulhuda  setelah melihat kolam renang buka. Bahkan, pengelola tak mengedepankan prokes sehinga Satgas Covid-19 meminta kepada pengelola untuk menutup kolam renang dengan cara persuasif.

Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat, Drs Muhammad Nurulhuda MSi menjelaskan,  pada hari Jumat, 14 Mei 2021, dirinya sudah memberitahu pengelola kolam renang agar ditutup sampai 16 Mei 2021. Pihak pengelola sepakat untuk menutup kolam renang tersebut.

Pada Sabtu tanggal 15 Mei 2021, lanjutnya, ada share foto-foto lokasi kolam renang dengan kondisi tak ada pengunjung dari pengelola kepada kami.

Karena merasa tidak percaya dengan pengelola, pihaknya melakukan sidak ke lokasi wisata. Ternyata, kolam renang buka. Padahal, di luar pintu gerbang ada tulisan tutup. Di dalam lokasi ada pengunjung berjumlah kurang lebih 300 orang. “Kami merasa dibohongi oleh pengelola.  Kami terpaksa menutup kolam renang secara  persuasif,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Ato mengaku sempat kecewa dengan penutupan lokasi wisata. Namun, demi kebaikan bersama, dirinya mengikuti permintaan gugus tugas. “Saya sempat kecewa karena semua tempat wisata kolam renang ditutup dan wisata pantai juga ditutup. Tapi gimana lagi, kan demi kebaikan bersama mencegah corona,” kata warga Tukdana ini.

Sementara itu, pemilik sewa ban dan mobil-mobilan di Pantai Tirtamaya, Mahmud mengaku, adanya penutupan tempat wisata membuat usahanya merugi. “Bisanya memperoleh Rp600 ribu per hari tetapi sekarang terpaksa gigit jari,” akunya.

Hal senada dikatakan petugas Pantai Wisata Rembat, Salimin. Diakuinya, dengan kebijakan penutupan tempat wisata membuat objek wisata sepi pengunjung  sehingga berdampak kepada penghasilan.”Tapi, kami menurut pemerintah saja,” kata pria yang disapa Bang Imin ini. (kom/jml/bag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.