Sambut Kawasan Rebana Metropolitan

oleh -60 views
KAWASAN REBANA: Pjs Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono dalam pertemuan West Java Investment Summit 2020 di Bandung, Senin (16/11), menyambut baik kawasan Rebana Metropolitan Jabar. FOTO: ISTIMEWA

INDRAMAYU-Kabupaten Indramayu menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kawasan Rebana Metropolitan. Rebana Metropolitan merupakan konsep kawasan industri dan perkotaan baru yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain Kabupaten Indramayu, wilayah lainnya yang masuk ke dalam konsep Rebana Metropolitan tersebut adalah Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Kuningan, dan Kota Cirebon.

Pjs Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Kabupaten Indramayu sangat layak masuk dalam kawasan Metropolitan Rebana.

Mengingat, luas wilayah yang mencapai 209.942 hektare dengan panjang garis pantai mencapai 147 kilometer sangat menunjang konsep tersebut.

“Posisi Kabupaten Indramayu sangat strategis. Jarak dengan ibu kota negara hanya 200 kilometer dan 180 kilometer dengan ibu kota provinsi, lama perjalanan via darat 3 jam,” ujar Bambang dalam pertemuan West Java Investment Summit 2020 di Bandung, Senin (16/11), sebagaimana dirilis Diskominfo Indramayu.

Bambang Tirtoyuliono mengatakan, sebagai penunjang, saat ini Kabupaten Indramayu juga tengah menyiapkan kawasan peruntukan industri (KPI) seluas 20 ribu hektare, yang tersebar di 10 kecamatan. Yakni Kecamatan Balongan 1.438 hektare, Krangkeng 3.507 hektare, Losarang 4.523 hektare, Kandanghaur 2.025 hektare, Patrol 1.385 hektare, Sukra 2.814 hektare, Juntinyuat 643,1 hektare, Tukdana 664,7 hektare, Terisi 1.379 hektare, serta Gantar 1.574 hektare.

“Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu telah melakukan Studi Kelayakan Pembangunan Kawasan Industri Losarang Indramayu, dan dinyatakan Layak untuk dibangun dengan luas lahan 309 hektare,” ujarnya.

Sementara itu, Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam keterangannya mengatakan, kawasan Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan.

Yaitu, melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan. Nantinya, masing-masing kawasan tersebut harus memiliki fungsi work, live, and play alias bekerja, tinggal, dan bermain.

“Lewat Rebana Metropolitan, pada 2030 Pemda Provinsi Jabar berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen, pertumbuhan nilai investasi hingga 17 persen, dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya. (oet)