Rp2,5 Miliar untuk Korban Banjir

oleh -42 views

INDRAMAYU-Sejak awal tahun 2021 Kabupaten Indramayu dengan panjang garis pantai 147 kilometer, telah mengalami dua kali bencana banjir.

Kedua bencana itu ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana banjir. Kejadian pertama pada Januari, imbas meluapnya Sungai Cibuaya di Kecamatan Wudasari selama 14 hari sejak tanggal 5-19 Januari 2021. Imbas meluapnya sungai tersebut 3 kecamatan terendam, yakni Kecamatan Tukdana, Bangodua, dan Kecamatan  Widasari.

Berikutnya adalah imbas luapan daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk, DAS Cisanggarung dan DAS Citarum pada awal Februari. Hal ini mengakibatkan banjir di 22 wilayah kecamatan meliputi Kecamatan Indramayu, Sindang, Pasekan, Lohbener, Jatibarang, Widasari, Tukdana, Kertasemaya, Sukagumiwang, Kerangkeng, Lelea, Cikedung, Kroya, Gabuswetan, Bongas, Losarang, Cantigi, Kandanghaur, Anjatan, Haurgeulis, Gantar dan Kecamatan Terisi serta ruas jalan Tol Cipali yang berada dalam wilayah Kabupaten Indramayu.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, melalui Kasubag Keuangan Ali Siswoyo mengatakan, karena dua musibah itu ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana banjir, maka pemkab menggelontorkan anggaran untuk membantu penanganan korban banjir. Diantaranya dengan mendirikan dapur umum, posko pengungsian, posko kesehatan dan lainnya.

“Kami gelontorkan anggaran sebagai wujud Pemkab Indramayu juga hadir menangani korban banjir, dan tidak tinggal diam,” tegas Ali. 

Ali mengungkapkan, pada musibah awal tahun Pemkab Indramayu menetapkan tiga kecamatan masuk dalam tanggap darurat bencana banjir. Keputusan tersebut dituangkan dalam SK Bupati Indramayu Nomor : 366/Kep.3-BPBD/2021 per tanggal 5 Januari 2021. Dengan SK tersebut Pemkab melalui BKD menggelontorkan anggaran sebesar Rp533.614.000.

Kemudian pada bencana banjir kedua, ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Indramayu Nomor: 366/Kep.60-BPBD/2021 tentang  Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Indramayu tanggal 8 Februari 2021.

“Pada bencana banjir ke dua Pemkab menggelontorkan anggaran sebesar Rp1.999.096.000. Dana tersebut dikeluarkan pada pecan kemarin,” kata dia di kantornya, belum lama ini.

Menurutnya, keputusan ditetapkannya tanggap darurat bencana itu berdasarkan hasil kajian situasi di lapangan. Yaitu curah hujan yang tinggi, terjadinya lanina dan luapan air sungai di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk, Cisanggarung dan DAS Citarum.

Imbas meluapnya tiga DAS itu mengakibatkan banjir di 22 wilayah kecamatan. “Dikeluarkannya keputusan tanggap darurat itu sebagai upaya untuk menggerakan berbagai sumber daya manusia dalam mengatasi banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cibuaya dan tiga DAS tersebut,” tuturnya. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *