Ribuan Rumah Terendam Diterjang Banjir , Sejumlah Sungai Meluap

oleh -88 views
LUAPAN SUNGAI: Banjir akibat luapan sungai merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Kandanghaur dan Lelea, Rabu (16/12). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU –Bencana banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Indramayu, Rabu (16/12). Banjir kali ini, diawali hujan deras sepanjang dua hari terakhir. Menyebabkan sejumlah sungai meluap. Limpasan airnya meluber hingga merendam permukiman penduduk dan areal persawahan.

Di Kecamatan Kandanghaur, banjir akibat luapan kali Ciperawan merendam ribuan rumah di Desa Eretan Wetan. Merata di semua blok dengan ketinggian mulai 30 cm hingga satu meter.

“Ada sekitar 3000 rumah. Mulai dari blok Prempu I, II, Pangpang I, II dan Blok Condong,” sebut Kuwu Desa Eretan Wetan, H Edi Suhedi.

Musibah ini kali kedua yang mendera penduduk nelayan di wilayah pesisir pantura Bumi Wiralodra itu. Setelah sebelumnya diterjang pasang air laut alias rob pada dua pekan lalu.

Namun dibanding rob, menurut Kuwu Edi, banjir dipertengahan bulan Desember 2020 ini terbilang parah. “Kalau rob paling yang kena di sebelah utara saja, yang dekat laut. Sekarang yang sebelah selatan jalan raya pantura semuanya kena banjir,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut Edi, karena Sungai Ciperawan juga membelah desa di wilayah selatan. Mayoritas rumah warga juga berada di sepanjang bantaran sungai. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Banjir terjadi sekitar 10 jam sebelum berangsur surut. “Pagi jam 8 sudah naik, menjelang Magrib alhamdulillah sudah surut. Tidak ada warga yang mengungsi,” sambungnya.

Di Kecamatan Lelea, meluapnya sungai pembuang Cibuaya juga merendam beberapa rumah warga di Desa Tempel RT 6 Blok Karanganyar. Luberan air sungai masuk kedalam rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 cm.

“Ada empat rumah yang kena, itu lokasinya persis di pinggir sungai. Warga yang terkena dampak masih tinggal di rumah masing-masing. Tapi sudah kami ingatkan supaya waspada dan segera mengungsi kalau luapan air sungai semakin parah,” kata Camat Lelea, Hatta Direja.

Sementara itu, puluhan hektare sawah di Desa Bunder Kecamatan Widasari terendam banjir. Tak hanya areal persawahan, banjir akibat meluapnya Sungai Asin juga menggenangi permukiman warga di Blok Lor. Ada 20 rumah warga yang terendam.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan Koran ini, meluapnya Sungai Asin setelah sejak Selasa sore (15/12) hari wilayah Indramayu dan Majalengka diguyur hujan lebat, Kali Asin mulai meluap sejak sore hari dan akhirnya merendam puluhan hektare lahan pertanian di Desa Bunder, Kecamatan Widasari, Rabu (16/12), sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Air datang semalam, langsung menggenangi areal persawahan, merusak tebaran padi dan tanaman bawang,” kata Ketua Poktan Tani Bakti II, H Surakman kepada Radar, kemarin.

Menurut Surakman, puluhan hektare lahan pertanian dan semain tanaman padi yang terendam membuat petani rugi dan terancam gagal tanam jika air yang menggenangi persawahan 3 hari tidak menyusut.

Sementara itu, Sekdes Bunder, Jamaludi mengatakan, dampak dari luapan Sungai Asin dirasakan di 3 blok yakni, Blok Lor, Blok Tambak, dan Blok Rancagede. “Banjir tidak sampai masuk kerumah warga tetapi sebatas menggenangi jalan dan halaman rumah warga sampai di atas mata kaki,” ujarnya. (kho/oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *