Rencana Belajar Tatap Muka Batal, Kadisdik Tidak Ingin Muncul Kluster Baru

oleh -69 views
BATAL: Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs H Caridin MSi membatalkan rencana belajar tatap muka karena kasus Covid-19 masih tinggi. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi siswa siswi di Kabupaten Indramayu yang semula akan mulai dilaksanakan 11 Januari 2021 dipastikan batal. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu memastikan, pembelajaran pada awal semester genap ini masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs H Caridin MSi mengatakan, sistem pembelajaran masih belum memungkinkan untuk dilakukan tatap muka. Karena kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu masih cukup tinggi. Jangan sampai, ada kluster baru dari sekolah-sekolah yang tentu sangat mengerikan.

BACA JUGA:Disdik Indramayu Hentikan KBM di Sekolah untuk Antisipasi Penyebaran Covid-19

“Keputusan untuk tetap melakukan pembelajaran jarak jauh ini dipastikan, setelah kita melakukan koordinasi dengan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu. Kita utamakan kesehatan dan keselamatan siswa maupun guru, serta pihak terkait lainnya,” tegas Caridin.

Caridin juga mengajak para orang tua siswa untuk mengawasi anak-anaknya saat melakukan pembelajaran daring. Menurutnya, peran orang tua siswa sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 ini.

Meski proses kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring, Caridin tetap mengimbau para siswa, guru maupun orang tua siswa, agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Yaitu dengan selalu memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun, serta tetap menjaga jarak satu sama lain.

Salah seorang orang tua siswa, Sutardi mengatakan, anak-anak sebenarnya sudah sangat jenuh harus belajar dari rumah sejak adanya pandemi Covid-19. Mereka bahkan menyambut gembira rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan mulai 11 Januari 2021, meski pada akhirnya harus dibatalkan.

“Sebenarnya anak-anak sudah rindu untuk kembali ke sekolah. Tapi demi keselamatan dan kebaikan bersama,” kita patuhi saja keputusan pemerintah untuk tetap belajar daring pada semester genap ini,” ungkapnya. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.