Rawan Tumbang, Warga Minta Pohon Miring Dipangkas

oleh -22 views
MIRING: Sebagian pohon besar di sepanjang Jalan Raya Patrol-Haurgeulis kondisinya miring dan rawan tumbang, kemarin. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Warga maupun pengguna jalan meminta agar pohon besar disepanjang jalur Patrol-Haurgeulis segera ditoping alias dipangkas. Pasalnya, pohon dikhawatirkan roboh hingga menimpa pemukiman warga maupun pengendara yang melintas dikawasan tersebut.

Terlebih saat ini sedang memasuki musim penghujan yang kerap disertai angin kencang. “Mohon pihak terkait untuk memperhatikan serta melakukan pemotongan pada pohon yang berbahaya apalagi kondisi pohon berada di pinggir jalan raya,” pinta Pendi, salah seorang warga Kecamatan Patrol, kemarin.

Permintaan ini bukan tanpa sebab. Sebagian besar pohon jenis Mahoni di sepanjang jalan provinsi itu rawan patah dengan ketinggian lebih dari 10 meter.

Bahkan, ada posisinya yang sudah miring dan cabangnya menjurai keseberang jalan. Sementara, untuk memangkasnya butuh kendaraan khusus yang dilengkapi dengan tangga.

“Kalau enggak pakai mobil susah. Yang dipangkas hanya ranting-ranting bawah, pohonnya malah semakin tinggi, rawan tumbang,” tambahnya.

Saran itu dibenarkan Abas, warga lainnya. Mobil bertangga diperlukan untuk memangkas dahan pohon yang berada paling atas.

Namun masalahnya, dia tidak mengetahui siapa yang bertanggungjawab untuk melakukan penertiban batang pohon di pinggir jalan raya tersebut.

“Mungkin sudah belasan tahun saya belum pernah lihat ada pihak yang melakukan pemangkasan batang pohon. Kalau dulu pernah dari aparat desa sama satpol PP kecamatan. Ada lagi dari pihak PLN, tapi hanya batang pohon yang nempel jaringan kabel saja,” ungkapnya.

Menurutnya, saat cuaca ekstrem saat ini keberadaan pohon yang hampir ambruk di tepi jalan itu sangat membahayakan. Pastinya pengendara dilanda cemas melintasi pepohonan saat hujan angin melanda.

Sebagai langkah antisipasi, biasanya warga yang bermukim di sepanjang jalan raya ramai-ramai melakukan pemangkasan dahan pohon besar.

Tapi rupanya tradisi ini mulai kendor. Belakangan diketahui, warga enggan tebang pohon lantaran takut kesetrum.

“Iya, pada takut. Gara-gara pernah ada kejadian ada yang meninggal akibat kesetrum saat pangkas pohon,” ujarnya.

Ketakutan itu cukup beralasan. Mayoritas pepohonan tinggi dipinggir jalan raya posisinya berada dibawah kabel jaringan listrik PLN. Beberapa diantaranya malah sudah sama tinggi dengan tiang listrik.

Wargapun akhirnya memilih menunggu sampai ada petugas PLN yang datang melakukan pemangkasan. Karena biasanya, PLN rutin melakukan penebangan batang pohon yang menempel dikabel atau jaringan listrik.  (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.