Rawan Banjir, Petani Nekat Tanam Padi

oleh -45 views
NEKAT TANAM: Petani di wilayah Kecamatan Anjatan nekat menanam padi di tengah ancaman musibah banji, kemarin. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU –Petani padi di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) dikenal nekat. Tak hanya saat krisis air di musim kemarau, di bawah ancaman bencana banjirpun mereka tetap menanam padi.

Seperti yang dilakukan para petani di wilayah Kecamatan Anjatan. Di tengah ancaman banjir, mereka memaksa diri untuk bercocok tanam.

Padahal di sejumlah wilayah kecamatan lainnya, petani lagi gundah gulana. Lantaran tanaman padi yang baru saja ditanam masih terendam air hingga mencapai ujung tanaman. Genangan air setinggi itu akibat intensitas curah hujan tinggi dan meluapnya sungai.

Salah seorang petani, Carim mengaku, menanam padi di saat areal sawah terancam banjir penuh risiko. Selain rawan mati busuk jika lama tergenang, juga hanyut terbawa banjir karena akar tanaman padi belum cukup kuat mengikat tanah. “Tapi mau bagaimana lagi. Daripada semai padi kedaluwarsa, terpaksa ditanam. Risikonya memang tinggi,” katanya, Selasa (19/1).

Kondisi semacam ini, ungkapnya, sudah sering terjadi di saat musim penghujan. Sudah menjadi risiko pula, petani yang sawahnya masuk daerah langganan banjir menanggung kerugian lebih besar karena harus melakukan tanam padi berkali-kali.

Pun demikian, Carim berharap, musim tanam rendeng tahun ini tidak ada bencana banjir. “Banjir biasanya siklus lima tahunan. Tahun kemarin sudah banjir, tahun ini mudah-mudahan tidak terjadi,” harapnya.

Tokoh petani, Sayudi mengatakan, petani nekat menanam padi karena khawatir bibit persemaian kedaluwarsa sehingga tidak bisa ditanam. Sementara di sisi lain, padi yang sudah ditanampun masih terancam bencana banjir.

“Banjir sudah langganan saat musim hujan, apalagi kalau intensitasnya tinggi, sawah pasti terendam,” katanya.

Ia mengungkapkan, penyebab banjir akibat terjadinya penyempitan dan pendangkalan saluran air. Ditambah intensitas hujan tinggi, air dari saluran maupun sungai mengalami limpas hingga menggenangi areal persawahan. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *