Proteksi Anak dari Ancaman Covid-19

oleh -27 views

INDRAMAYU-Mengantisipasi adanya anak-anak yang terpapar Covid-19,  Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bahctiar meminta kepada orang tua agar senantiasa menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Ia mengingatkan, kasus yang terjadi di DKI Jakarta harus menjadi cermin, bagi masyarakat, khususnya para orang tua.

“Saya meminta kepada para orang tua untuk selalu mengawasi dan menjaga anak-anaknya. Jangan dibiarkan bermain di tengah kerumunan seperti di wahana wisata kolam mandi bola, singa depok, dan berbagai permainan anak lainnya, salah satunya yang ada di pasar malam,” ujarnya, Rabu (23/6).

Menurutnya, anak-anak senang bermain apalagi dalam kerumunan. Ini yang lebih harus dicegah untuk mengurangi resiko terpapar virus.

Bupati Nina tidak menampik, penanggulangan pandemi Covid-19 harus diiringi juga dengan perbaikan ekonomi. Jangan sampai penanganan Covid-19 membuat perekonomian rakyat terpuruk.

Hanya saja, orang nomor satu di Kabupaten Indramayu ini meminta, perbaikan ekonomi tersebut jangan sampai mengorbankan anak-anak, karena ketika virus tersebut sudah menyerang anak, sukar untuk terdeteksi.

“Semua pelaksanaan belajar melalui daring, tapi mereka bebas bermain di luar, ini yang dikhawatirkan,” terangnya.

Di sisi lain, disampaikan Bupati Nina Agustina, pemerintah daerah mulai mencurigai munculnya Covid-19 varian India atau varian delta sudah masuk ke Kabupaten Indramayu. Covid-19 varian baru ini diketahui sangat mudah menyerang anak-anak.

“Kita belum temui, tapi janganlah. Kita harus terus mewaspadai karena varian batu ini bisa kena di anak-anak,” ujarnya.

Kecurigaan soal Covid-19 varian delta ini sebelumnya juga disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara.

Kecurigaan ini karena terjadinya fenomena kondisi pasien cepat sekali memburuk lalu meninggal dunia. “Memang kecurigaan ada tapi tidak bisa langsung diambil kesimpulan karena harus dilakukan pemeriksaan whole genom sequencing (WGS),” kata puteri sulung mantan Kapolri Jenderal Da’i Bhactiar ini.

Bupati Nina mengungkapkan, untuk melakukan pemeriksaan WGS guna membuktikan apakah Covid-19 varian delta sudah masuk ke Kabupaten Indramayu masih menjadi kendala.

Di Indonesia, pemeriksaan WGS ini masih jarang dan difokuskan untuk kabupaten/kota tertentu saja. Bupati Nina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Indramayu tidak memungkinkan untuk berinisiatif menyediakan alat pemeriksaan WGS karena harganya yang sangat mahal. “Tenaga yang bisa melakukan pemeriksaan WGS adalah tenaga ahli genetik biomolekuler,” katanya. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.