Program Peri, Wujudkan Perempuan Bermartabat

oleh -28 views
PEREMPUAN BERDIKARI: Sekda Rinto Waluyo saat memberikan hadiah kepada pruna PMI saat memuka program Peri yang digelar Disnaker di Desa Pranti Kecamatan Kandanghaur, belum lama ini.

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus melakukan pemberdayaan kaum perempuan, terutama bagi purna Perkerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini salah satu wujud dari program perempuan berdikari (Peri) dari Bupati Nina Agustina dan Wabup Lucky Hakim

SEBANYAK 17 desa menjadi target pelaksanaan program perempuan berdikari di tahun 2021 ini dengan peserta purna PMI berusia produktif yakni 25 sampai 45 tahun. Dengan adanya program ini tidak selamanya perempuan di Indramayu harus bekerja ke luar negeri. Dengan dukungan dari pemerintah daerah agar mendapat penghasilan yang cukup dan dikelola di negara sendiri.

“Program ini juga akan menyentuh 317 desa dan kelurahan se-Kabupaten Indramayu, yang tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih, belum lama ini.

Bupati Indramayu Nina Agustina, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Rinto Waluyo mengatakan, program Peri merupakan komitmen Bupati Indramayu terhadap para purna Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Indramayu.

Dengan pelatihan kewirausahaan akan sangat membantu para purna PMI dalam pengelolaan keuangannya.

“Program Perempuan Berdikari harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh peserta. Karena selain bermanfaat juga akan diberikan fasilitasi permodalan oleh BJB” kata Rinto.

Program ini juga didukung BJB Cabang Indramayu. Pimpinan Cabang BJB Indramayu, Asep Wahyu Ismail mengatakan, untuk mendukung program unggulan tersebut, pihaknya siap untuk menyalurkan dana modal kredit lunak tanpa bunga maksimal Rp5 juta kepada para kelompok purna PMI.

“Saat ini kami baru salurkan kepada kelompok di Desa Pranti Kecamatan Kandanghaur. Berikutnya segera desa-desa lain menyusul berbarengan dengan program Peri ini,” katanya.

Sementara itu, Widya Susanti salah satu peserta program Peri yang pernah bekerja di Taiwan mengatakan, sebagai purna PMI merasa sangat terbantu, selain bisa punya kemampuan pihaknya juga dibantu permodalan dan bisa berkreasi untuk menciptakan produk dan dibimbing serta diarahkan pengelolaan dan pemasarannya.

“Untuk produk saya menjual aksesoris dan produk-produk yang mengikuti perkembangan jaman, seperti masker, souvenir, replika bunga dan aksesoris lainnya,” kata Widya.

Untuk dipetahui, program Perempuan Berdikari merupakan upaya untuk meningkatkan martabat kaum perempuan yang merupakan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Indramayu menjadi perempuan yang memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam kewirausahaan untuk meningkatkan kehidupan keluarganya.

Program ini memberikan kemudahan pelatihan, pendampingan serta akses permodalan melalui perbankan. Jenis pelatihan dan pendampingan kewirausahaan dalam program tersebut diantaranya, materi motivasi kewirausahaan, pelatihan keterampilan, pelatihan manajemen keuangan dan permodalan, legalitas produk, kemasan produk dan pemasaran. (rls/oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.