Program Aspirasi Sasar Industri Kecil

oleh -534 views
hero
ASPIRASI: Anggota Komisi VI DPR RI dari dapil Indramayu dan Cirebon Herman Khaeron, usai menghadiri pembukaan bimtek bagi UKM dan industri kecil di Indramayu, Rabu (4/3). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Banyaknya industri kecil di Kabupaten Indramayu yang berpotensi untuk berkembang, membuat anggota DPR RI dari Komisi VI, Dr H Herman Khaeron MSi, tertarik  untuk memberikan sentuhan melalui program aspirasi.

Salah satunya dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi pelaku industri kecil, mikro dan menengah di Kabupaten Indramayu. Bimtek yang dibuka, Rabu (4/3), di Hotel Handayani Indramayu akan berlangsung hingga Sabtu (7/3) mendatang. “Ini program aspirasi dan kami implementasikan bagi masyarakat Indramayu. Ini bentuk kemitraan kami dengan Kementerian Perindustrian. Selain memberikan bimbingan, kami juga memberikan bantuan alat-alat,” kata Hero, sapaan Herman Khaeron, usai pembukaan bimtek.

Dikatakan Hero, bimbingan teknis yang dilakukan kali ini adalah untuk usaha kecil menengah (UKM) bidang pangan (industri makanan), perbengkelan, dan konveksi. Karena ketiga industri ini cukup berkembang di Kabupaten Indramayu.

“Melalui bimtek ini saya berharap industri kecil di Indramayu akan semakin maju, akan menciptakan kewirausahaan baru, dan tentunya akan menciptakan lapangan kerja baru,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Hero menambahkan, untuk bantuan yang diberikan bagi UKM meliputi bantuan alat-alat perbengkelan, bantuan mesin jahit bagi pengusaha konveksi, serta bantuan untuk meningkatkan insutri makanan berupa alat pengering, kemasan makanan dan yang lainnya.

Salah seorang peserta bimtek dari Kecamatan Haurgeulis, Rio mengaku, senang bisa mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan bantuan alat-alat. Menurutnya, program ini sangat membantu anak-anak muda yang ingin terjun ke dunia usaha.

“Kebetulan di lingkungan saya banyak anak-anak muda yang suka utak-atik sepeda motor. Dengan bimtek ini diharapkan hoby mereka bisa tersalurkan, sekaligus bisa menjadi pekerjaan,” ungkapnya. (oet)