Polres Indramayu Bagikan Helem, Masker Hingga Sembako Gratis

oleh -145 views
SIMPATIK: Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang SIK didampingi Kasat Lantas AKP Bambang Sumitro SH, memakaikan helem dan masker kepada pengguna jalan dalam Operasi Zebra Lodaya 2020, Sabtu (31/10). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Polres Indramayu menggelar Operasi Zebra Lodaya (OZL) 2020, Sabtu (31/10). Awalnya, pengendara sempat bingung. Tapi kemudian senang. Pasalnya, aparat kepolisian justru membagi-bagikan bingkisan kepada para pengguna kendaraan.

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

KEGIATAN Operasi Zebra Lodaya (OZL) kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Benar-benar surprise. Dalam kegiatan yang dipusatkan di Simpang Lima mangga ini, langsung dipimpin oleh Kapolres Indramayu yang baru, AKBP Hafidh S Herlambang SIK didampingi Kasat Lantas AKP Bambang Sumitro.

Kapolres memberikan langsung bingkisan kepada pelanggar berupa helem dan masker serta sembako. Tentunya disertai dengan imbauan agar menerapkan protokol kesehatan, dengan disiplin menggunakan masker untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

“Operasi Zebra tahun 2020 ini kita laksanakan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itulah kita laksanakan dengan pembagian masker. Kemudian operasi simpatik, yang tak menggunakan helem kita berikan helem. Bagi yang melanggar lalu lintas kita berikan teguran secara simpatik,” kata mantan Kapolres Barito Timur ini.

Hafidh menambahkan, Operasi Zebra Lodaya ini bertujuan untuk tertib dalam berlalulintas dan yang terpenting menaati protokol kesehatan. “Jadi, walaupun menggunakan kendaraan bermotor, tetap melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan,” tandasnya.

Kapolres juga berharap agar masyarakat tertib dalam menggunakan kendaraan termasuk tertib dalam berlalulintas, serta tertib juga terhadap protokol kesehatan. “Sejauh ini kepatuhan pengguna jalan sudah bagus. Meski begitu, kita akan setiap hari melaksanakan sosialisasi dan himbauan,” ujar Hafidh.

Operasi Zebra Lodaya yang digelar secara humanis mendapat apresiasi dari masyarakat.

“Saya awalnya takut ada razia polisi. Tapi pas motor saya diberhentikan, saya malah bingung karena justru dikasih bingkisan sama polisi,” kata Ma’ruf, salah seorang warga.

 

Seorang warga lainnya, Handayani (38) menilai, kegiatan tersebut sangat simpatik, karena jarang polisi menggelar operasi dengan membagikan masker, helem dan sembako.

“Kami berharap hasil operasi Lodaya yang humanis ini dapat menyadarkan warga untuk disiplin, baik displin berlalulintas maupun disiplin terhadap protokol kesehatan Covid-19,” harapnya. (*)