Plt Bupati: Alhamdulillah, Akhirnya Bisa Divaksin

oleh -49 views
DIVAKSIN: Plt Bupati Indramayu H Taufik Hidayat (kanan), dan Bupati Indramayu Terpilih Hj Nina Agustina Dai Bachtiar ikut divaksin Covid-19, Senin (1/2). FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Pemberian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu telah dimulai Senin (1/2), di Pendopo Kabupaten Indramayu. Sebanyak 11 tokoh mengawali pemberian vaksinasi. Mulai dari Plt Bupati Indramayu, Bupati Indramayu terpilih bersama suami, Ketua DPRD Indramayu, Kapolres, Dandim 0616 Indramayu, Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Sekda, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Kantor Kementerian Agama.

Pemberian vaksinasi Covid-19 untuk yang pertama kali ini sepertinya membuat para pejabat tegang. Buktinya, tensi sejumlah pejabat langsung naik. Plt Bupati Indramayu, H Taufik Hidayat, yang mendapatkan giliran pertama untuk divaksin, langsung menuju meja 1 untuk melakukan cek fisik terlebih dahulu sebelum divaksin.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tensi darah Taufik ternyata naik, dan dokter tidak memberikan rekom. “Dipending dulu, karena tensinya naik. Suruh rileks dulu Pa Bupati,” kata dokter.

Apa yang dialami Taufik ternyata juga dialami Bupati Indramayu terpilih, Nina Agustina.

Nina juga terlihat tegang saat dipanggil untuk mendapat giliran imunisasi. Benar saja, tensi darah putri Jenderal Dai Bachtiar ini juga naik, dan dokter minta untuk dipending.

Orang yang pertama berhasil divaksin ternyata adalah Erwin Purnama. Ia adalah suami dari Nina Agustina, karena berhasil lolos tes kesehatan. Peserta berikutnya sebagian besar juga lolos tes kesehatan dan langsung divaksin. Diantaranya Ketua DPRD Indramayu, Kapolres, Dandim 0616 yang diwakili Kasdim, Kajari, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan dan lain-lain. Sementara Asisten Pemerintahan Jajang Sudrajat juga mengalami nervous dan harus dipending.

Sementara dalam pemeriksaan kedua terhadap Taufik Hidayat dan Nina Agustina, tensi keduanya sudah stabil. Mereka akhirnya mendapat giliran untuk divaksin.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa divaksin. Ternyata tidak terasa dan masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin,” kata Taufik.

Nina Agustina juga mengakui kalau dirinya sempat nervous sebelum divaksin. “Awalnya sempat nervous, namun akhirnya senang juga bisa divaksin,” ungkapnya.

Plt Bupati Indramayu, H Taufik Hidayat mengatakan, pencanangan vaksinasi Covid-19 menjadi angin segar untuk masyarakat Indramayu, bahwa vaksin datang sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi lamanya pandemi. Utamanya kata Taufik, setiap orang yang divaksin akan terbentuk hard immunity sehingga bisa memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kita pasti merasakan bersama bahwa sudah hampir satu tahun sejak kasus pandemi Covid 19 di Indonesia, kita semua terus berupaya melawan musibah ini dan akhirnya upaya upaya kita akan semakin maksimal dengan adanya vaksin Covid 19,”katanya.

Dengan dicanangkannya vaksinasi tahap pertama kepada 10 tokoh publik Indramayu diharapkan masyarakat Indramayu tidak terjebak dengan informasi yang tidak benar (hoax) tentang isu vaksinasi. Mengingat pemerintah dalam mencanangkan program vaksinasi ini telah mendapatkan izin dari dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dinyatakan halal menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

“Masyarakat jangan termakan hoax dengan isu vaksinasi yang menurut saya tidak benar, buktinya saya dan semua tokoh yang telah divaksin merasa baik-baik saja, yang terpenting walau vaksin datang jangan sampai kita melupakan protokol kesehatan,” tambah Taufik.

Juru Bicara Satgas Penaganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu dr. Deden Boni Koswara menjelaskan, pemberian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu akan berlangsung dalam empat tahap.

“Sesuai jadwal tahapan pertama dimulai dari tenaga kesehatan (nakes) dimulai bulan Januari hingga Maret 2021. Kemudian tahap kedua untuk pejabat publik seperti ASN, TNI dan Polri yang akan disuntik pada bulan Januari 2021 hingga Maret 2021. Disusul tahap ketiga dan empat untuk masyarakat yang kategori rentan secara sosial, ekonomi dan psikologis dimulai April 2021 hingga Maret 2022,” ungkapnya. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.