PLN Geber Pembangunan Gitet 500 kV DI Indramayu

oleh -101 views

INDRAMAYU – PT PLN (Persero) menggeber pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) berkapasitas 500 kV di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Percepatan pembangunan fasilitas penunjang kelistrikan dilakukan sebagai upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Pembangkit (UPP KIT JBT) 4 Indramayu, Ruly Chaeru, mengatakan, pembangunan GITET Indramayu, diupayakan rampung pada akhir semester 1 tahun 2021. Poyek strategis nasional (PSN) itu, kini telah mencapai progres 88.593 persen.

Pembangunan GITET 500 kV berfungsi sebagai jalur utama evakuasi daya 500 kV sistem kelistrikan Jawa-Bali.

“Dengan terbangunnya GITET ini, maka akan akan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi industri dan masyarakat khususnya di Jawa Bali,” ujarnya, kepada Radar Indramayu, Selasa (30/3).

Ruly menjelaskan, pembangunan GITET 500 kV ini secara akumulasi telah menyerap lebih dari 516 tenaga kerja lokal, di mana pekerja lokal terdiri dari desa desa di sekitar pembangunan.

Diantaranya dari Desa mekarsari, Patrol baru, Patrol Lor, Kecamatan Patrol, dan Desa Sumuradem, Sumuradem Timur, Karang Layung Kecamatan Sukra.

Ada juga dari desa penyangga lainnya dan ada dari luar Kabupaten Indramayu, yakni Cirebon, Subang, Majalengka, Bandung dan Bekasi.

Pekerja dari luar daerah tersebut, lanjut Ruly, merupakan pekerja di bagian operasi alat berat (crane dan excavator), instalasi material elektrikal, dimana membutuhkan kualifikasi khusus dalam pelaksanaannya.

Diharapkan dengan adanya pembanguan GITET 500 kV ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di area sekitar pembangunan.

Gardu induk berkapasitas 500 kV itu, kata Ruly, dilengkapi dengan shunt reactor yang berfungsi sebagai penstabil tegangan pada jalur utara transmisi Jawa-Bali 500 kV Batang–Indramayu, Indramayu-Cibatu.

GITET 500 kV Indramayu berada di tengah sistem kelistrikan Jawa-Bali jalur utara dimana memiliki aliran daya yang besar, sehingga harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang handal dan aman.

Pelaksanaan pembangunan GITET 500 kV dan shunt reactor ini telah sesuai dengan standar konstruksi sistem 500 kV. Dalam pekerjaannya selalu mengutamakan prosedur keamanan, kesehatan dan jeselamatan kerja (K3).

“Kami menggunakan peralatan sesuai dengan standar konstruksi 500 kV seperti penggunaan man lift atau alat bantu bekerja di ketinggian, crane dan alat berat lainnya untuk membantu tenaga kerja memasang peralatan. Setiap pekerjaan juga dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap dan sesuai standar K3,” terangnya.

Ruly berharap pembangunan GITET dan shunt reactor 500 kV PLTU Indramayu dapat diselesaikan tepat waktu dan mendukung sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Selain itu juga keberadaan proyek ini diharapkan dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat setempat. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *