Petani Pompa Air dari Waduk Cipancuh

oleh -1.146 views
MASIH MINIM: Pengendara sepeda motor melintasi jembatan di atas pintu air Waduk Cipancuh, kemarin. Air waduk belum maksimal untuk mempercepat musim tanam rendeng. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Langit Bumi Wiralodra mulai diguyur hujan dalam dua pekan terakhir. Sayangnya, intensitas hujan tinggi terutama di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) belum mampu mendongkrak level air Waduk Cipancuh.

Petani penerima manfaat waduk yang terletak di Desa Situraja, Kecamatan Gantar itu pun mulai galau. Pasalnya, percepatan musim tanam harus segera dilakukan. Sementara ketersedian air waduk buatan Belanda itu masih sangat minim. Hanya berupa genangan di beberapa titik.

Tak mau putus asa, sebagian petani melakukan penyedotan air waduk menggunakan mesin pompa. “Terpaksa pompanisasi. Sedot air digenangan waduk,” kata Edi, salah seorang petani.

Dia membenarkan, hujan sepanjang hari khususnya di awal tahun baru belum mengubah kondisi Waduk Cipancuh. Apalagi hujan hanya berada di wilayah sekitaran waduk yakni Kecamatan Gantar dan Haurgeulis.

Padahal hujan yang diharapkan dapat mendukung level air waduk adalah hujan yang terjadi di lima hulu sungai penyuplai. Terutama dengan intensitas tinggi dan frekuensi sering. Yakni Sungai Cibiuk, Sungai Ciseuseupan, Sungai Cipancuh, Sungai Cihoe, dan Sungai Cikeludan. “Jadi nunggu kiriman air dari lima sungai itu, baru waduk bisa terisi,” ungkap Edi.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Gantar dan Haurgeulis, Hadi Joko Pramono SE membenarkannya. Fungsi waduk yang memiliki kapasitas normal 6 juta kubik tersebut untuk menampung kiriman air dari 5 sungai wilayah hulu.

Jika sudah penuh, air waduk langsung digelontorkan guna memasok kebutuhan air bagi sawah tadah hujan seluas 6.314 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kroya, sebagian Gantar dan Anjatan.

Saat ini dari empat wilayah kecamatan itu, hampir separuh desa di Kecamatan Haurgeulis dan Gantar sudah mulai melaksanakan pengolahan tanah dan masa tanam sejak awal bulan lalu. “Nah yang di sekitaran waduk mayoritas masih belum mulai tanam. Tapi lagi digenjot supaya tidak tertinggal dengan desa lain,” katanya.

Hadi mengungkapkan, penggelontoran air Waduk Cipancuh dipastikan mengalami kemunduran. Pada tahun-tahun sebelumnya, penggelontoran air untuk musim tanam rendeng dilakukan pada akhir tahun.

Namun jika hujan intensitas hujan tinggi, maka petani tidak mengandalkan air waduk. Tapi air yang tertampung di waduk itu, menjadi cadangan bagi petani untuk mengairi lahan sawah mereka pada musim kering antara April-Juni. (kho)