Petani Bawang dan Cabai Merah Merugi

oleh -41 views
MERUGI: Petani bawang merah di Kecamatan Widasari terpaksa panen lebih awal kerena tanaman bawangnya kebanjiran, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Banjir yang menerjang sebagian besar kawasan Kabupaten Indramayu, tidak hanya merendam rumah warga tetapi juga lahan pertanian. Akibatnya, sejumlah petani cabai merah dan bawang merah mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Salah seorang petani Kecamatan Widasari, Damiri mengatakan, tanaman cabai merah di lahan seluas 1,5 hektare rusak karena terendam banjir akibat meluapnya Kali Asin.

“Sejak bulan kemarin terus-terusan kebanjiran, dan bulan dua ini paling parah semua tanaman terendam sampai berhari-hari. Ya bisa dipastikan gagal jual, buah cabai rusak, kalau dihitung kerugian lebih dari Rp30 juta,” ucapnya pada Radar Indramayu, Selasa (16/2).

Kerugian akibat banjir, lanjut Damiri membuatnya harus memutar otak. Apalagi modal untuk mengolah lahan hasil dari pinjaman yang setiap bulan atau panen harus dikembalikan.

Menurutnya, banjir di awal tahun 2021 ini menjadi musibah bagi seluruh petani bukan saja petani padi tetapi petani bawang merah dan cabai merah. “Modal petani bawang dan cabai juga besar, setiap kelola lahan harus pinjam dulu, sekarang malah kebajiran. Saya hanya bisa tepuk jidat saja, memikirkan bagaimana cara kembalikan pinjaman,” ujarnya.

Kerugian ikut dirasakan petani bawang merah, Arip. Diungkapkan Arip, kerugian yang dideritanya setiap 50 bata lahan bawang merah mencapai Rp10 sampai Rp12 juta.

Hal itu dikarenakan, seluruh tanaman bawang merahnya yang belum waktunya panen terendam air, sehingga terpaksa dipanen lebih awal untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Dirinya melakukan panen dini karena bawang merah yang terendam air akan rusak dan kualitas bawang yang dihasilkan tidak bagus. “Terpaksa panen lebih awal, daripada rugi semakin besar. Setidaknya ada yang bisa dijual walau harganya jatuh. Dibilang rugi ya pasti rugi, kerugiannya juga tidak main-main bisa sampai puluhan juta,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *