Pertashop Hadir, Konsumsi Pertamax Terus Meningkat

oleh -45 views
PERTASHOP : Petugas operator di Pertashop Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu tengah melayani konsumen dengan ramah, Selasa (26/10). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Pertamina terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat secara merata. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Pertashop. Semacam SPBU mini yang berlokasi di desa-desa.

Kehadiran Pertashop ternyata direspon positif masyarakat desa. Karena mereka tidak lagi harus jauh-jauh ke SPBU, untuk mendapatkan BBM berkualitas.

BBM yang dijual di Pertashop, yaitu Pertamax dan Pertamax Turbo memang kualitasnya sama dengan SPBU.

Dengan harga Pertamax Rp9000 per liter, yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Pertalite, tidak lagi menjadi persoalan. Sekarang konsumen justru telah terbiasa menggunakan Pertamax. Merasakan manfaatnya. Merasakan kebaikannya. Kehadiran Pertashop telah menyadarkan masyarakat tentang arti BBM berkualitas.

Tahadi (36), warga Karangampel Kabupaten Indramayu mengakui kalau menggunakan Pertamax ternyata lebih menguntungkan. Selain irit dari sisi penggunaan, tuturnya, kondisi kendaraan selama ini juga lebih terawat dan jarang mengalami gangguan.

“Karena dari awal saya memang sudah menggunakan Pertamax, dan dipakainya enak. Jadi takut untuk beralih ke jenis BBM lain seperti Pertalite,” ungkap sopir mobil rental ini.

Oprator Pertashop Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, Andi Casdito (22) mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas seperti Pertamax memang semakin tinggi.

Masyarakat ternyata tidak lagi mempermasalahkan harga Pertamax. Justru setiap hari jumlah konsumen yang antre di Pertashop untuk mengisi Pertamax, semakin banyak.

Pertashop Desa Pabean Ilir mampu menjual Pertamax rata-rata 500 liter per hari. Bahkan dalam tiga hari terakhir volume penjualan meningkat hingga diatas 600 liter per hari. Padahal satu tahun yang lalu, saat Pertashop masih baru, dalam sehari paling hanya menjual 100 sampai 200 liter Pertamax. “Banyak yang bilang kalau pakai Pertamax mesin jadi enteng, dan karburator tidak cepat kotor,” tutur Andi.

Pengelola Pertashop Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, Andani (26), juga mengakui kalau kehadiran Pertashop di desanya disambut positif masyarakat.

Pasalnya, sebelum ada Pertashop mereka harus ke kota Indramayu untuk mencari SPBU, dengan jarak sekitar 10 kilometer. “Masyarakat sini sangat terbantu dengan kehadiran Pertashop. Tak perlu lagi jauh-jauh untuk mengisi BBM dengan kualitas tinggi,” ujarnya.

Andani juga mengakui kalau konsumsi Pertamax semakin meningkat dari waktu ke waktu. Artinya, kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas tinggi semakin meningkat.

Pada bulan Februari 2021 lalu, dalam satu hari hanya mampu menjual 300 liter Pertamax. Untuk saat ini dalam satu hari bisa terjual hingga 600 liter. Tak heran, tiga hari sekali Pertashop dengan kapasitas 3000 liter tersebut sudah harus melakukan isi ulang.

Area Manager Comm Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan mengungkapkan, kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan BBM berkualitas tinggi memang terus meningkat. Ini sebanding dengan jumlah Pertashop yang semakin banyak, dan terus bertambah.

Eko mengungkapkan, sepanjang periode pembatasan kegiatan yang diberlakukan di wilayah Jawa Bagian Barat, ada kenaikan konsumsi BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.

Rata-rata harian konsumsi BBM selama bulan Agustus, untuk Pertamax mengalami kenaikan sebesar 31% dan 5% untuk Pertamax Turbo, dibandingkan rata-rata harian konsumsi bulan Juli.

Hingga 21 Oktober 2021 tercatat sudah ada 292 Pertashop yang beroperasi di wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat.

Eko berharap, selain memberikan akses yang mudah bagi masyarakat, dengan kehadiran Pertashop diharapkan  masyarakat di seluruh Indonesia sampai ke pedesaan dapat menikmati manfaat BBM berkualitas dan ramah lingkungan, seperti Pertamax dengan harga yang sama dengan di SPBU. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.