Perbaikan Tanggul Cipanas Tuntas

oleh -99 views
TUNTAS: Tanggul Sungai Cipanas yang jebol akhirnya berhasil ditutup, Minggu sore (28/2). FOTO: ISTIMEWA

INDRAMAYU-Pekerjaan perbaikan darurat tanggul Sungai Cipanas di Blok Widara, Desa Puntang Kecamatan Losarang terus dikebut. Siang dan malam. Pasca jebol diterjang arus deras kiriman air dari wilayah hulu pada Sabtu dini hari (27/2) sekitar pukul 02.00.

Dikerjakan berhari-hari, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) akhirnya berhasil menutup tanggul Sungai Cipanas yang jebol, Minggu sore (28/2).

Pekerjaan perbaikan mendapat pengawasan dari Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum.  “Jebolnya tanggul Sungai Cipanas ini mendapat atensi langsung dari pak Menteri. Makanya pekerjaan di tanggul Cipanas ini kita pantau langsung hingga tuntas,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Ismail Widadi kepada wartawan, Senin (1/3).

Untuk melakukan penutupan tanggul, BBWS Cimancis bersama kontraktor PT Brantas Abhipraya mengerahkan empat ekskavator dan melakukan pemasangan jumbo box. Yang sebelumnya hanya menggunakan karung biasa sehingga membuat tanggul keropos, sulit ditutup.

Setelah penutupan selesai, penanganan tanggul dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan geo-textile. Supaya tanggul tidak mudah tergerus arus sungai.

Ismail menghimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk tidak melakukan aktivitas pemasangan pipa-pipa pertanian yang dapat menimbulkan tanggul keropos dan sangat rentan jebol.

Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR, Bob Arthur Lambogia berencana akan melakukan penataan Sungai Cipanas dari hulu ke hilir. Dimulai dari hulu Bendungan Cipanas di Sumedang hingga wilayah hilir di bendung Sungai Cipanas 2 di Indramayu. “Kalau Bendungan Cipanas nanti rampung, kemungkinan besar banjir seperti ini tidak akan terjadi lagi,” jelasnya.

Bersamaan dengan mulai tertutupnya tanggul yang jebol, warga yang semula mengungsi, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

Jebolnya tanggul Sungai Cipanas mengakibatkan banjir di 4 desa. Yakni Desa Puntang, Krimun, Jangga dan Jumbleng. Terparah di Desa Puntang dan Krimun. Yang lokasinya berada di sebelah utara sekitar 2 kilometer dari tanggul jebol. 

Masyarakat di dua desa bertetangga itu mengungsi di sejumlah lokasi yang sudah disiapkan. Yaitu Komplek Yayasan Da’i An Nur, masjid serta kantor Desa Puntang.

Sementara itu, berdasarkan data dari BPPD Kabupaten Indramayu, akibat jebolnya tanggul Sungai Cipanas membuat sebanyak 1.399  unit rumah terendam dan 3.873 jiwa di Desa Puntang dan Krimun terdampak banjir hingga mencapai ketinggian 1 meter.

BPPD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Dinsos, relawan, Tagana dan PMI melakukan evakuasi penduduk serta mendirikan posko tanggap darurat, posko pengungsian sekaligus dapur umum. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *