Pentingnya Orang Tua Dampingi Anak dalam Pembelajaran Daring

oleh -65 views
Orang tua terus mendampingi pembelajaran anak di rumah selama masa pandemi Covid belum berakhir

INDRAMAYU _ Covid-19 sampai saat ini belum juga berakhir, hal ini dapat dilihat dari data kasus harian di Indonesia yang masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda menurun. Meskipun begitu, angka pasien sembuh dari infeksi Covid-19 juga semakin bertambah. Seperti yang terjadi di Indramayu.

Masiswa KKN Tematik UPI 2020 PPD Covid-19 terus mendorong orang tua guna melakukan pendampingan kepada anaknya. Sehinga materi pembelajaran yang diberikan oleh para guru, bisa dijalankan dengan baik. Hal ini yang dilakukan mahasiswa KKN Tematik UPI dalam rangka mendorong orwng tua supaya lebih intens melakukan pendampinganm

Sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran Covid-19 pemerintah telah mengalihkan kegiatan pembelajaran dari sekolah ke rumah masing-masing siswa. Agar tak disalahartikan sebagai hari libur, maka proses kegiatan pembelajaran dilakukan secara online. Siswa tetap belajar dari rumah dengan berbagai metode sesuai kebijakan tiap sekolah.

Namun bagi peserta didik yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, tentunya masih perlu didampingi oleh orang tuanya. Hal tersebut agar materi pelajaran dari guru bisa tersampaikan dengan baik kepada siswanya.

Oleh karena itu, pendampingan orang tua melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) sangat penting dalam mendukung proses pendidikan anak, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Berdasarkan hasil pelaksanaan KKN Tematik UPI 2020 PPD Covid-19 pada program edukasi penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan. Salah satunya melalui pendampingan orang tua dalam membimbing anak melalui pembelajaran daring. Seperti yang terjadi di SDN Juntikebon 2, adalah banyak orang tua siswa yang mengeluhkan dirinya keteteran.

Selamaini orang tua memberikan tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru sekolah. Dikarenakan melihat kondisi sekarang orang tua memiliki peran ganda dalam proses pembelajaran daring di rumah. Selain tanggung jawab mendidik anak, orang tua dituntut mendampingi anak belajar daring di rumah sebagai ganti pembelajaran tatap muka.

Dalam kondisi seperti saat ini, disadari atau tidak, para orang tua menjalankan peran ganda pendidikan. Pertama, peran utama orang tua. Secara universal, para orang tua dituntut memikirkan dan merealisasikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Kewaji

ban ini melekat pada setiap individu orang tua. Sebab hadirnya buah hati adalah sebagai penerus harapan dan masa depan keluarga dan juga peradaban sebuah bangsa. Maka je

laslah orang tua harus memastikan, melalui teladan, anaknya menjadi baik dari sisi kepribadian, keilmuan dan juga masa depan. Kedua, peran tambahan orang tua. Peran tambahan ini muncul seiring pembatasan sosial. Belajar dan bekerja di rumah menjadi solusi yang tak terelakkan. Partis

pasi orang tua diperlukan dalam proses sekolah online. Pendek kata orang tua adalah guru, mewakili sekolah, di rumah. Di mana mereka berperan mengadministrasikan pembelajaran dari tahap anak mengerjakan tugas, melaporkan tugas, hingga mengerjakan ujian daring.
Kegiat
an yang dapat dilakukan orang tua dalam memantau aktivitas belajar anak dari rumah diantar.aDya, yaitu kan penyelesaian tugas yang dikerjakan anak, memeriksa tugas yang dikerjakan anak, mengecek pemahaman anak terhadap materi belajar, berkomunikasi dengan anak terkait kendala belajar, dan berkonsultasi dengan guru terkait hambatan belajar anak. Berdasa

rkan hasil pengisian kuesioner yang dilakukan orang tua siswa, rata-rata orang tua sepakat bahwa anaknya dapat memahami materi pelajaran dengan baik selama . pSoses belajar dari rumah, dapat menggunakan perangkat pembelajaran daring dengan baik (laptop, HP, aplikasi belajar), dapat . Selain itu nggunakan media dan sumber belajar luring dengan baik (TV, radio, LKS, bahan ajar cetak), lalu kondisi lingkungan di rumah mendukung konsentrasi belajar anak, dan juga pihak sekolah memberikan pendampingan yang cukup kepada orang tua siswa. Tetapi

orang tua tidak sepakat apabila di luar situasi darurat seperti saat ini, proses belajar dari rumah bisa diterap.

Sivtyana Nur Agiesta
Universitas Pendidikan Indonesia/rilis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *