Pemdes Bongas Usul Sediakan TPS, Kuras Saluran untuk Cegah Banjir

oleh -76 views
SERAP ASPIRASI: BPD dan Kuwu Desa Bongas, Kadir memimpin kegiatan Musdus untuk menyerap aspirasi masyarakat, kemarin. FOTO:KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

Persoalan sampah rupanya membuat penduduk di Desa Bongas Kecamatan Bongas pening. Merekapun meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bongas untuk menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS). 

KHOLIL IBRAHIM, Bongas

USULAN itu disampaikan warga saat digelarnya Musyawarah Dusun (Musdus) tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Desa) Tahun Anggaran 2022 yang diinisiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bongas.

Selain penyediaan TPS, warga juga mendesak Pemdes Bongas untuk kembali menggencarkan aksi kerja bakti berupa normalisasi saluran guna mencegah banjir dimusim penghujan.

“Penyediaan TPS ini memang menjadi salah satu aspirasi masyarakat. Pemdes Bongas akan memasukannya sebagai program prioritas,” kata Ketua BPD Bongas, Arief Wahyudi SPd didampingi Kuwu Bongas, Kadir, Selasa (14/9).

Aspirasi itu muncul bukan tanpa sebab. Lantaran ketidaktersediaan TPS, sebagian masyarakat Desa Bongas terpaksa membuang sampah disembarang tempat. Terutama disaluran air maupun sungai-sungai.

Hal itu yang membuat aliran air tidak lancar sehingga memicu terjadinya musibah banjir kala musim penghujan.

Sebagai solusi jangka pendek, lanjutnya, Pemdes Bongas akan menyediakan kendaraan pengangkut sampah disetiap rumah tangga. Wargapun tidak keberataan untuk memberikan iuran sebagai pengganti operasional.

Sementara itu, Kuwu Bongas, Kadir menjelaskan, Musdus dilaksanakan di dua tempat. Setelah di Blok Penanggul menyusul kemudian di Blok Pentil.

Pesertanya dari perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, pemuda dan kalangan perempuan. Musdus di tengah pandemi, dalam pelaksanannya tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penularan virus Covid-19.

“Alhamdulillah perwakilan warga sangat antusias ikuti Musdus. Banyak aspirasi yang terhimpun untuk rencana penyusunan program pembangunan desa tahun anggaran 2022 nanti,” katanya.

Semua usulan yang disampaikan warga, ditampung untuk kemudian dibahas, dimantapkan serta disinkronkan kembali dengan program Pemdes pada Musyawarah Desa (Musdes). Kuwu Kadir menegaskan, pihaknya tidak ingin pelaksanaan Musdus hanya bersifat seremonial. Sekadar memenuhi kewajiban, tapi tidak ada tindaklanjut. Hal itu justru akan melukai hati masyarakat. Kinerja Pemdes pun akan tercoreng. “Makanya nanti di Musdes, lebih dimatangkan lagi supaya bisa dilaksanakan dengan baik,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.