Peduli Petani, PLTU Indramayu Bantu Mesin Pompa Air

oleh -78 views

INDRAMAYU – PT PJB UBJOM PLTU Indramayu, memberikan bantuan pengadaan mesin pompa air ke setiap desa di Kecamatan Sukra.

Mesin pompa sangat membantu petani dalam mendapatkan air untuk mengaliri sawahnya.

Mesin tersebut untuk menyedot air pada saluran sekunder, termasuk mengambil air dari sungai ketika masa tanam gadu.

Bantuan pengadaan dari PLTU Indramayu itu, diserahkan ke Pemerintah Desa.

Di Desa Sukra, bantuan secara simbolis diserahkan oleh
Manajer Keuangan dan Administrasi, PJB UBJOM PLTU Indramayu, M. Najib, kepada Kuwu Damurih, disaksikan Kelompok Tani, Selasa (26/1).

Baca Juga: Masuk Zona Merah, Hari Ini Indramayu Tambah 44 Kasus Corona

Pada kesempatan itu, M Najib mewakili General Manajer PJB UBJOM PLTU Indramayu, Ubaedi Susanto mengatakan, bantuan mesin pompa air merupakan bentuk perhatian dan kepedulian PLTU Indramayu kepada petani. Dengan bantuan tersebut diharapkan bisa membantu kebutuhan petani.

“Semua desa di Kecamatan Sukra ini kita bantu. Namun, mesin pompa air tersebut tidak sama. Untuk Desa Sukra, kebutuhan mesin pompa airnya menggunakan elektrik. Setiap desa berbeda beda, tergantung kebutuhan,” ujarnya.

Najib mengatakan, bantuan mesin pompa air merupakan program One Vilage One Program (OVOP). Program ini dalam rangka membantu meningkatkan perekonomian para petani. Bantuan mesin pompa didanai dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PLTU Indramayu.

Sementara Kuwu Sukra, Damurih, mengatakan, bantuan mesin pompa air dari PLTU Indramayu, sangat membantu petani di desanya. Mesin tersebut membantu mengatasi kekeringan, terutama pada areal persawahan di Dusun Karangbaru.

“Mesin pompa air tersebut kita prioritaskan untuk membantu mengaliri areal persawahan di Dusun Karangbaru. Karena wilayah itu yang paling parah kekeringannya. Luasnya ada sekitar 50 hektare. Sementara luas keseluruhan areal sawah di Desa Sukra ini sekitar 500 hektare. Kami Pemdes Sukra sangat berterima kasih sekali kepada PLTU Indramayu, membantu petani kita,” ujar Damurih. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *