Pedagang Berharap PPKM Tidak Diperpanjang

oleh -33 views
PASANG IMBAUAN: Satgas Covid-19 Kecamatan Tukdana pasang spanduk penutupan sementara operasi pasar sandang saptonan di wilayah Desa/Kecamatan Tukdana, pedagang berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang, belum lama ini. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU– Pedagang sandang mingguan di Kabupaten Indramayu menjerit.  Hal itu akibat ditutupnya aktivitas berdagang khususnya di wilayah Kecamatan Jatibarang, Sukagumiwang, Kertasemaya, dan Tukdana sejak tanggal 3 Juli 2021. Lantaran tidak berjualan, otomatis para pedagang kehilangan pendapatannya. Mereka berharap pemerintah tidak memperpanjang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali berakhir pada 20 Juli 2021. 

“Jangan sampai diperpanjang, hampir satu bulan pedagang sandang pasar Jatibarang mingguan di tutup, sebelum ada pemberlakuan PPKM Darurat, saya dan pedagang lainnya sudah terlebih dulu ditertibkan dan ditutup,” ucap salah satu pedagang Jupri pada Radar Indramayu, kemarin (18/7).

Dijelaskan Jupri, sebelumnya pedagang mendapat surat imbuan dari Satgas Kecamatan karena kasus Covid-19 mengalami peningkatan, sejak tanggal 22 Juni sampai 5 Juli 2021. Kemudian belum habis masa penutupan sementara, pemerintah kembali mengeluarkan aturan PPKM Darurat mulai 3 sampai 20 Juli 2021. Hal ini membuat para pedagang tidak bisa membuka lapak jualannya selama satu bulan, yang mana pasar sandang Jatibarang setiap minggunya beroperasi dua hari yakni Rabu dan Minggu.

“Kalau diperpanjang lagi, kita dapat penghasilan dari mana lagi? Usaha kita terutama pedagang sandang dari hasil jualan di pasar mingguan, sebenarnya bukan saja mematikan sumber penghasilan kami semua pedagang sandang, tapi pedagang-pedagang lainnya yang bisa ikut berdagang di area pasar sandang, seperti pedagang es, buah keliling, dan pedagang lainnya,” ujarnya. 

Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak mengambil keputusan terkait keberlangsungan PPKM Darurat Jawa dan Bali jangan sampai diperpanjang. “Pertimbangkan juga nasib keluarga kita, karena bantuan dari pemerintah sendiri kan tidak sampai menyentuh semua, kita pun tidak dapat, sedangkan dampaknya sudah kita rasakan,” harapnya. 

Senada dikatakan, pedagang sandang lainnya, Jaelani mengatakan selain berjualan di pasar sandang Jatibarang, Ia pun berjualan secara berkeliling setiap haru pasar di wilayah 3 Jatibarang, seperti di Pasar Saptonan Tukdana, secara serentaknya ditutup semua aktifitas perdagang mingguan, membuatnya harus pasrah dengan aturan dari pemerintah, apalagi ada aturan sampai sanksi denda bagi pelanggar. 

“Ya dari pada kena sanksi denda, mending tutup dulu, namun saya berharap bisa dibuka kembali, PPKM tidak diperpanjang, karena imbasnya penghasilan tidak ada,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.