PBI Siap Kembangkan Umbi Porang

oleh -268 views
KERJA SAMA: PBI Jawa Barat menunjukan bukti kerja sama dengan PT AGP dalam budi daya umbi porang, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- PBI Kabupaten Indramayu siap melakukan budi daya umbi porang. Kesiapan itu, setelah dilakukan penandatanganan MoU antara Perserikatan BUMDes Indonesia (PBI) Jawa Barat termasuk PBI Indramayu dengan PT Atifah Galuh Porang (AGP) di Aula kantor Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.

Pengurus PBI Jawa Barat Bidang Pengembangan Usaha, Taripan SE mengungkapkan, ada sebanyak 51 BUMDes dari 10 Kabupaten di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Indramayu melakukan kerjasama dengan PT AGP untuk mengembangkan umbi porang.

Dikatakan Taripan, dengan terjalinnya kerja sama MoU dengan PT AGP, dalam budi daya umbi porang sebagai salah satu bidang usaha BUMDes yang hasil panennya akan diterima oleh pihak PT. “Sudah terjalinnya MoU budi daya umbi porang, jadi BUMDes tidak ragu mau dijual kemana karena sudah ada yang siap dan mau menerima saat panen,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, lanjut Taripan, BUMDes akan bekerja sama dengan poktan atau petani di wilayahnya. Umbi porang, menurutnya, salah satu komoditi yang sedang booming dan jadi primadona ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Vietnam, Australia, dan negara liannya.

“Waktu MoU, direktur PT AGP menyatakan bahwa porang sudah menjadikan petani biasa jadi milyarder, karena umbi porang diekspor. Melalui kerja sama ini BUMDes bisa ambil kesempatan budi daya umbi porang jadi bidang usaha, tetapi sudah ada PT yang siap menerima hasilnya, jadi kita tidak sulit dalam pemasarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat PBI Jawa Barat Irwan Lubis, didampingi Ketua DPD PBI Jawa Barat, Tani Surta menyampaikan rasa bangga kepada pengurus BUMDes yang hadir melebihi ekpetasi.

Irwan berharap, kerja sama ini bisa diimplementasikan. Selain itu, perlu kewaspadaan akan akad kerja sama dalam melakukan praktiknya.

“Perlu sebuah skema dan alur siklus yang tepat agar tidak ada yang dirugikan saat kerja sama. Ada banyak perusahaan atau penjamin yang lari saat panen harga tidak sesuai harapan dan ujung-ujungnya petani yang jadi korban. Mudah-mudahan tidak seperti itu, akad kerja sama ini bisa membuahkan hasil yang maksimal memajukan BUMDes dan petani,” ujarnya. (oni/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *