Payapi Desa Kebulen Berbagi dan Beri Suntikan Semangat pada Anak Yatim

oleh -69 views
PEDULI: Payapi Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang menyalurkan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu saat peringatan hari jadinya ke 2 tahun, belum lama ini. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

Peduli Anak Yatim Piatu (Payapi) Desa Kebulen memperingati hari jadinya yang ke dua tahun, belum lama ini. Di tengah pandemi, peringatan hari jadi diadakan sederhana namun tetap penuh dengan khidmat dan syukur.

Anang Syahroni, Jatibarang

Di halaman Masjid At Tawa itu, anak yatim piatu di Desa Kebulen berbagi canda dan tawa. Mereka juga semringah. Sebanyak 37 anak yatim piatu tersebut mendapatkan santunan dari Payapi Desa Kebulen. Tetap menggunakan masker dan menerapkan protokol lainnya, anak-anak tersebut bersama pengurus Payapi berbagi kebahagiaan.

Panitia Payapi Dodi Kusuma Wijaya mengatakan di hari jadi Payapi ke-2, Payapi konsisten pada kegiatan sosial peduli terhadap anak yatim dan yatim piatu.

Kegiatan Payapi yang dibentuk sejak tahun 2019 menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyisihkan sebagian pendapatannya untuk diberikan kepada anak yatim dan yatim piatu. Apalagi saat ini sedang pandemi covid-19.

“Kehadiran kami ingin memberikan kegembiraan bagi anak yatim dan yatim piatu, agar mereka tetap semangat apalagi mayoritas masih pelajar,” kata Dodi.

Dikatakannya, keberadaan anak yatim dan yatim piatu perlu mendapat perhatian dari masyarakat. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan untuk meringankan semua kebutuhannya. Maka dari itu munculnya Payapi memfasilitasi masyarakat di Jatibarang atau di Indramayu ketika ingin membantu mereka. 

“Selama ini masyarakat juga bingung mau kemana membantu anak yatim, maka kita punya wadahnya masyarakat yang mampu ketika ingin menyantuni anak yatim bisa datang secara langsung memberikan santunan kepada anak yatim,” ujarnya. 

Dodi berharap anak yatim dan yatim piatu bukan saja jadi tanggung jawab masyarakat. Tetapi perlu perhatian dari pemerintah daerah agar bisa semakin terjamin baik itu pendidikan dan kesehatannya.

“Semoga Masyarakat juga pemerintah daerah lebih memperhatikan anak-anak yatim di setiap desa dengan mengucurkan dana hibah tepat sasaran. Selama ini hanya bantuan dari masyarakat yang menjadi donatur saja,” ujarnya. 

Pengurus Payapi, Andri mengatakan kegiatan ini memberikan dampak yang postif bagi perkembangan anak penerima manfaat. Mereka tidak berkecil hati, atau merasa kurang diperhatikan. Payapi memberikan semangat kepada mereka untuk terus belajar memiliki cita-cita sama dengan anak-anak lainnya. 

“Bukan sekadar  memberikan santunan saja, kami terus membinanya memberikan motivasi agar punya semangat belajar, punya keinginan yang kuat untuk menggapai cita-cita. Bagaimanapun anak ini akan jadi penerus bangsa dan mereka punya kesempatan yang sama menjadi sukses,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *