Pastikan F-PDIP Dukung Pemekaran

oleh -57 views
DUKUNG INBAR: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum bersama jajaran PPKIB siap mengawal CDPOB Kabupaten Inbar, Jumat (26/3). FOTO; KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Dukungan pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Inbar dilontarkan Ketua DPD PDI Jabar, Ono Surono ST. Ia memastikan Fraksi PDIP (F-PDIP) di DPRD Jabar mendukung.

Menurutnya, pemekaran Bumi Wiralodra sebuah keniscayaan, karena hal itu merupakan aspirasi yang dari era reformasi sudah disampaikan. Bahkan sudah diputuskan oleh DPRD. Hanya saja baru ditindaklanjuti kembali oleh Bupati Indramayu pada periode 2015-2020.

“Pemekaran itu seyogyanya bertujuan untuk pemerataan pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada rakyat,” kata Ono yang juga anggota DPR RI dari dapil Indramayu dan Cirebon ini.

Sebagai Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono memastikan 20 orang anggota Fraksi PDI Perjuangan mendorong segera dibahas dan ditetapkan oleh DPRD Jawa Barat. Agar Kabupaten Inbar sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) dan segera pula diusulkan kepada pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum SE menyatakan komitmennya untuk mengawal sekaligus mendorong segera terbentuknya Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Indramayu Barat (Inbar).

Komitmen itu disampaikannya kepada jajaran Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB). Usai rapat paripurna penyampaian usulan CDPOB Kabupaten Inbar dan Bogor Timur kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Jumat (26/3) kemarin.

Wagub Uu menyatakan, pemekaran wilayah di Jabar menjadi penting guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Mempercepat pembangunan daerah serta menunjang pemerataan anggaran ke daerah.

Tujuan serupa juga hendak dicapai ketika Kabupaten Indramayu dimekarkan. “Dengan pemekaran, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah berjalan lebih optimal,” kata Mantan Bupati Tasikmalaya periode 2011-2018 ini.

Pemekaran ini sejalan dengan keinginan Pemprov Jabar yang saat ini memiliki 27 kabupaten/kota. Idealnya dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa, Jabar memiliki 40 kabupaten/Kota. “Idealnya Jabar memiliki minimal 40 kabupaten/kota dari saat ini yang jumlahnya 27,” sebutnya.

Pemekaran wilayah, lanjut Uu, pernah dilakukan Jabar seperti di Pangandaran dan Tasikmalaya. Dari dua pemekaran tersebut, Wagub Uu mengklaim jika hasilnya sangat signifikan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah berjalan lebih optimal.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong dengan keras supaya pemerintah pusat menyetujui pembentukan CDPOB. Rencanamya akan ada 12 DOB yang diusulkan sesuai dengan janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *