Pasca Pilkada, Golkar Membara

oleh -199 views

INDRAMAYU-Pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020, internal Partai Golkar Indramayu kembali membara.

Kedua kubu yang berseteru sebelum Pilkada, yakni kubu Daniel Mutaqien Syafiuddin dan kubu Syaefudin saling mencari kambing hitam atas kekalahan paslon nomor 3 Daniel-Taufik (Mantap) yang diusung Partai Golkar di Pilkada Indramayu, 9 Desember lalu.

Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Kandanghaur, Supandi SH menilai, kekalahan calon bupati dan wakil bupati Indramayu yang diusung Partai Golkar itu tidak lepas dari adanya kader yang membelot. “Kader-kader yang membelot harus dipecat,” tegas Supandi SH kepada Radar, Senin (16/12).

Dari hasil penelusurannya, ditemukan adanya kader yang tidak menaati keputusan partai dan bahkan menyeberang ke kubu lawan. Baik yang menjabat sebagai ketua PK maupun yang duduk di kursi legislatif Fraksi Golkar.

“Mereka nyata-nyata tidak patuh dan mengikuti instruksi partai untuk berjuang memenangkan duet Mantap di Pilkada Indrmayu,” tudingnya.

Supandi yakin, DPP Partai Golkar bakal menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan. Sebab, saat ini Partai Golkar terus membangun loyalitas dan integritas di internal partai. Sehingga setiap kader wajib mendukung kandidat yang diusung oleh Partai Golkar.

Ditambah lagi, kekalahan dua kader terbaik Partai Golkar benar-benar membuat kaget, di luar perkiraan DPP dan DPD Partai Golkar Jawa Barat.“Kasus pembelotan ini pasti tidak akan dibiarkan oleh DPD maupun DPP. Kader pembelot yang bertentangan dengan etika dan moralitas politik, pasti dipecat,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Partai Golongan Karya (Wanhat Golkar) Kabupaten Indramayu, Iwa Sungkawa menyatakan, kekalahan duet Mantap dalam konstelasi Pilkada sumber utamanya akibat penghianatan oleh internal Partai Golkar itu sendiri. Yang memaksakan kehendak atas nama partai. “Ada yang tidak loyal dan faktanya banyak PK yang menyeberang mendukung calon lain,” ungkapnya.

Iwa merinci ada gerakan dari sejumlah ketua PK yang menyeberang ke kubu lawan. Karena itu, dia sepakat penghianatan oleh pengurus Partai Golkar diberikan sanksi tegas oleh DPP Golkar maupun DPD Golkar Provinsi Jawa Barat.

“Loyalitas yang tidak dijalankan inilah yang harus mendapatkan sanksi tegas dari DPP maupun DPD Golkar sehingga Partai Golkar Indramayu dapat diselamatkan,” tegas Iwa yang juga ketua Kordapil Pemenangan duet Mantap Dapil 6 ini.

Sementara itu, pernyataan berbeda dilontarkan sesepuh Partai Golkar, H Jahidin.

Menurut Jahidin, kegagalan Partai Golkar Indramayu di Pilkada kemarin, merupakan pukulan berat bagi Partai Golkar yang merupakan partai besar dan sudah menguasai arena politik di Indramayu.

“Dengan pegeseran kekuasaan yang kini direbut oleh partai lain merupakan pukulan berat bagi Partai Golkar. Dengan demikian tentunya tidak mudah untuk merebut kembali. Seperti kita tahu simbol kekuasaan dan kekuatan di daerah tingkat kabupaten adalah jabatan bupati. Pada Pilkada kemarin kita dikalahkan dan kini direbut oleh partai lain,” ujarnya, saat menggelar acara silaturrahmi bersama jajaran Wanhat DPD Partai Golkar Indramayu, akhir pekan kemarin.

Jahidin mengatakan, perubahan konstalasi politik tersebut memang keinginan masyarakat Indramayu, karena masyarakat mungkin ingin adanya perubahan kepemimpinan. Melihat kondisi politik seperti itu, Jahidin berharap dalam tubuh Partai Golkar Indramayu sendiri perlu segera adanya kepemimpinan baru.

“Selama ini Partai Golkar tidak mampu mencerna konstalasi politik saat ini. Akibatnya mengalami kekalahan. Padahal kita (Golkar, red) memiliki 22 kursi di parlemen. Namun, tidak mampu menunjukan arti sesungguhnya dalam berdemokrasi. Oleh karena itu perlu segera pergantian kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar Indramayu,” ungkapnya.

Menurutnya, solusi tepat untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap Partai Golkar, sekaligus menjawab kehendak rakyat Indramayu dan demi kejayaan partai adalah dengan mengesahkan Syaefudin menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu sebagai hasil Musda X Partai Golkar yang telah diselenggarakan pada 16 Juli 2020 di Hotel Handayani Indramayu.

Ketua Dewan Penasehat DPD Golkar Indramayu, Udi Karyudi menilai, Syaefudin diperlukan untuk membenahi Partai Golkar Indramayu. Udi memiliki keyakinan kuat, bahewa Syaefudin akan bisa membawa partai ini lebih terbuka, solid, maju dan dicintai oleh masyarakat.

“Kami dari unsur Wanhat sangat berharap saudara H Syaefudin memimpin Partai Golkar Kabupaten Indramayu,” bebernya.

Sementara itu, sebanyak 18 PK Golkar mendesak DPP Partai Golkar segera mengesahkan hasil Musda X Partai Golkar Kabupaten Indramayu 16 Juli 2020 dengan ketua terpilih H Syaefudin.

“Kami Pengurus PK Kecamatan Arahan bersama 17 PK lainnya, meminta kepada DPP Partai Golkar melalaui Mahkamah Partai untuk segera mengesahkan Musda X yang dilaksanakan pada 16 Juli 2020 kemarin,” kata Ketua PK Golkar Kecamatan Arahan Sastro Miharjo bersama 17 PK Golkar lainnya, kemarin.

Menurut Sastro, apabila DP Partai Golkar, yakni Mahkamah Partai tidak segera memutuskan secara adil, maka 18 pengurus PK beserta PD Golkar akan mendatangi DPP Partai Golkar di Jakarta. “Kami meminta DPP segera mengesahkan Musda X yang mengahsilkan kepemimpinan H Syaefudin,” tandasnya. (jml/kom/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *