Pasca Banjir, Inbar Darurat Sampah

oleh -31 views
SISA BANJIR: Sampah sisa banjir menumpuk di pinggir jalan raya Jenderal Achmad Yani Anjatan, Senin (22/2). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bencana banjir menyisakan masalah sampah. Sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) yang diterjang banjir cukup parah, kini dalam kondisi darurat sampah.

Pantauan Radar, Senin (22/2), gunungan sampah terpantau di sejumlah titik ruas jalan raya pantura, provinsi, kabupaten bahkan jalan poros desa. Rupa-rupa barang rumah tangga bekas terendam air dibuang warga di tepi jalan.

Kondisi itu, menjadi pemandangan sehari-hari warga dan pengendara yang melintas. Tak heran beberapa warga yang melintas harus menutup hidung lantaran bau yang menyengat. Selain bau tak sedap, tumpukan sampah membuat pemandangan yang tidak menyenangkan.

Warga berharap pihak bewenang segera mencari solusi agar sampah pasca banjir yang menumpuk dipinggir jalan itu secepatnya diatasi. Sebab jika dibiarkan terus, bisa jadi sumber penyakit.  “Kita juga mau buang sampah susah mau kemana lagi. Biasanya sih dibakar, tapi cuacanya hujan terus,” ujar Ibrahim, salah seorang warga.

Nari, warga lainnya mengatakan, tak cuma pinggir jalan. Sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga mengalami kondisi mengenaskan. Mayoritas sudah tidak bisa menampung lagi lantaran kelebihan kapasitas. Salah satunya terpantau di TPS Kedungwungu, Kecamatan Anjatan.

Nari mengaku, sudah belasan tahun mengamati kondisi TPS yang berada tak jauh dari jembatan Desa Lempuyang itu. Sejak pandemi Covid-19, TPS sudah melebihi kapasitas.

Ditambah dengan musibah banjir, volume sampah meluber ke badan jalan raya dan mengeluarkan bau busuk sangat menyengat. Kadang ada pula warga yang melempar sampah begitu saja di luar kontainer hingga terjadi penumpukan di pinggir jalan itu. “Memang sudah darurat sampah. Parah banget,” ujarnya.

Nari menduga, membeludaknya sampah sekarang ini dikarenakan aktivitas rutin warga membuang sampah sempat tersendat karena curah hujan tinggi sejak beberapa pekan terakhir dan juga banjir.

Dia menambahkan, jika tidak ditangani dengan bijak, masalah sampah ini akan menimbulkan konflik sosial. Saat ini saja, sudah bermunculan spanduk berisi ancaman dan doa buruk dari warga yang menolak lingkungannya dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.